Eklektisisme Tafsir Indonesia: studi Tafsir al Ibrīz karya Bisri Musthofa

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Musyarrofah, Musyarrofah (2019) Eklektisisme Tafsir Indonesia: studi Tafsir al Ibrīz karya Bisri Musthofa. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Musyarrofah_F03511018.pdf

Download (3MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39286

Abstract

Penelitian ini ingin mengelaborasi metode eklektisisme penafsiranBisri Musthofa dalam karyanya, al-Ibrīz li Ma‘rifat Tafsīr al-Qur’ān al-Azīz. Dalam konteks penafsiran al-Qur’ān, eklektisisme bisa dipahami sebagai pilihan metode-metode yang diterapkan mufasir ketika melakukan proses penafsiran untuk disesuaikan dengan orientasi sang mufasir serta kebutuhan masyarakat yang menjadi tolak ukurnya. Oleh karena karakteristik karya tafsir dalam wacana ilmu tafsir –paling tidak– bisa dilihat dari sumber, metode, dan corak penafsirannya, maka penelitian ini ingin menemukan metode ekletisisme Bisri yang terefleksikan dalam tiga technical term tersebut. Di samping,menemukan faktor yang melatarbelakangi Bisri menulis al-Ibrīz serta pilihan bahasa pengantar karya tafsirnya. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan cara penyajian deskriptif dan analitis. Sesuai dengan tujuan tersebut, data primer yang digunakan berasal dari karya Bisri, utamanya al-Ibrīz li Ma‘rifat Tafsīr al-Qur’ān al-Azīzdan data skunder yang berasal dari buku atau artikel yang ditulis orang lain tentang pemikiran Bisri serta data-data pendukung yang relevan dengan penelitianini. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode content analysis dengan pendekatan hermeneutika dan fenomenologi. Hasil penelitian menemukan bahwa dalam memilih sumber penafsiran, Bisri lebih tertarik mengadopsi kisah sejarah dan isrā’ilīyāt. Dia jarang menggunakan hadīth, pendapat sahabat dan tabi‘īn, kalaupun itu dilakukan, Bisri hanya menjadikannya sebagai legitimasi. Padahal salah satu rujukan Bisri adalah Lubāb al-Ta’wīl fī Ma‘ān al-Tanzil karya al-Khāzin yang di dalamnya dipenuhi dengan riwayat. Selanjutnya, langkah penafsirannya dilakukan dengan tiga tahapan: [1] memberi makna setiap kata dengan makna gandul; [2] melakukan terjemah ayat secara tafsīrīyah; dan [3] memberikan keterangan tambahan dengan term qissah, tanbīh, muhimmah, dan lainnya. Sementara corak tafsirnya diwarnai nilai-nilai budaya Jawa dan kondisi sosial masyarakat Indonesia pada umumnya. Karakteristik al-Ibrīz yang demikian tentu bukan kebetulan tanpa tendensi, mengingat sosok Bisri yang notabene sebagai kiai pesantren, mubalig, organisatoris ormas, dan politikus.Paling tidak ada tiga alasan yang bisa dijadikan argumentasi dalam membaca metode eklektisisme Bisri Musthofa: [1] orientasi Bisri ingin menyuguhkan sebuah penafsiran al-Qur’ān dengan cara yang sederhana, ringan, serta mudah dipahami; [2] spesialisasi keilmuan Bisri bukan di bidang hadīth;[3] kondisi mayoritas umat Islam di Indonesia yang masih dibilang awam tentang kajian tafsir al-Qur’ān.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Musyarrofah, Musyarrofahnafareva@gmail.comF03511018
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorRowi, M. Roem----
Thesis advisorAswadi, Aswadiaswadi.syuhadak@gmail.com2012046001
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Keywords: Eklektisisme; Karakteristik; Kreativitas; NilaiBudaya; Kultural
Divisions: Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Mar 2020 05:32
Last Modified: 09 Mar 2020 05:32
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39286

Actions (login required)

View Item View Item