Konsep Taqwa perspektif Hamka dalam Tafsir Al Azhar: telaah penafsiran ayat Taqwa dalam beberapa surah al-Qur’an

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fatony, Achmad (2019) Konsep Taqwa perspektif Hamka dalam Tafsir Al Azhar: telaah penafsiran ayat Taqwa dalam beberapa surah al-Qur’an. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Achmad Fatony_F12517335.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39104

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya untuk mengungkap karakteristik Muttaqin (Orang-orang yang bertakwa ) Karaktersitik al-Muttaqin menurut al-Qur’an adalah kepribadian seseorang yang beriman, yang seluruh pola pikiran, perasaan, tingkah laku selalu mengaplikasikan keimanannya kepada Allah, dan ketakwaan itu menjadikan ia tunduk dan patuh kepada ajaran-ajaran agama dengan melaksanakan segala perintah-perintah Allah dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya serta mengikuti petunjuk Rasul sebagai pembawa risalah ilahiyah. Dalam pandangan tafsir al-Azhar karakteristik Muttaqin mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: Pertama karakteristik al-Muttaqin menurut tafsir al-Azhar adalah ber Iman kepada Allah, percaya kepada yang ghaib, para malaikat, para rasul-rasul-Nya, hari akhir. Keimanan itu kemudian di implementasikan dalam bentuk Ibadah seperti shalat, dan diaktualisasikan dalam kehidupan masyarakat seperti mengeluarkan sebagian rizki yang dimiliki dan jihad dijalan Allah. Kedua perangai pribadinya orang-orang yang bertakwa itu adalah, istiqamah dan ikhlas, berjiwa bersih, bermoral baik, menjaga hak dan menjalankan kewajiban selalu berpegang teguh dan amanat, menepati janji, mengendalikan diri terhadap hal-hal yang tidak berguna. Ketiga, Karakteristik al-Muttaqin ini, dalam hidup berkeluarga bertangungjawab, menjaga kehormatan keluarga, menanamkan moral dan pengetahuan agama. Keempat, karakteristik al-Muttaqin mempunyai jiwa dermawan, Selalu dipenuhi oleh harapan-harapan bukan kemuraman, optimis dan tidak pesimis, untuk itulah ia berkeyakinan bahwa hidup tidak selesai hanya di dunia saja, tetapi berlanjut di akhirat. Inilah yang menjadi alasan kenapa orang-orang yang bertakwa itu harus percaya kepada kehidupan akhirat, karena diakhirat itu adalah hari pembalasan oleh karena itu ia berjiwa bersih, moral baik, menjaga kehormatan, mempunyai jiwa toleran, saling hormat menghormati, saling tolong menolong, amar ma’ruf nahi mungkar. Untuk membangun kepribadian muslim yang bertakwa diperlukan pendekatan-pendekatan sebagai berikut: Pertama Merealisasikan keseimbangan dan keserasian hidup antara aspek-aspek spiritual dan aspek-aspek material dengan memadukan antara kebutuhan rohani dan jasmani, Sehingga menjadi insan kamil. Kedua, mendasari hidup membina keluarga dengan akhlak yang mulia. (akhlakul karimah) Dengan dasar keimanan sesuai tuntunan agama Islam. Ketiga, menanamkan nilai-nilai moralitas, menjalin ukhuwah Islamiyah dan amar ma’ruf nahi mungkar, bekerjasama tolong menolong, dan bantu membantu dalam bermasyarakat. Keempat, Berusaha menghormati pimpinan dan menyelesaikan masalah dengan musyawarah. Kelima memfungsikan dirinya sebagai khalifah dimuka bumi dengan melestarikan alam dan tidak merusak nya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fatony, Achmadahmadfatonnymaxsan@gmail.comF12517335
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAbu Bakar, Abu Bakarabubakaryamani@yahoo.com--
Subjects: Aqidah
Aqidah
Wajib Belajar > Aqidah
Keywords: Konsep Taqwa; Hamka; Tafsir Al Azhar
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 05 Feb 2020 03:29
Last Modified: 05 Feb 2020 03:29
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39104

Actions (login required)

View Item View Item