Kosmologi penciptaan alam semesta: studi komparatif Antony Flew dan Ibn Rushd

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Utama, Achmad Iqbal Satria (2019) Kosmologi penciptaan alam semesta: studi komparatif Antony Flew dan Ibn Rushd. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Achmad Iqbal Satria Utama_F02917250.pdf

Download (1MB)

Abstract

Konsep deisme merupakan peralihan dari ateisme, berbeda dari teisme. Antony Flew dengan pemikirannya, deisme, ––tiadanya campur tangan Tuhan dalam kehidupan setelah alam diciptakan–– memiliki kontradiksi sebagaimana dalil al-‘Ināyah dan al-Ikhtirā’ oleh Ibn Rushd. Rumusan masalah dalam tesis ini ada tiga, yakni tentang (1) bagaimana konsep kosmologi Antony Flew, (2) kosmologi Ibn Rushd, dan (3) komparasi persamaan dan perbedaan konsep kosmologi keduanya. Topik penelitian ini memberikan komparatif-kritis bagaimana konsep kosmologi yang benar agar menjadi landasan pada kehidupan manusia sesuai perintah Allāh. Teori Kosmologi dan metodologi penelitian menggunakan komparasi, dengan jenis library research dan paradigma penelitian filsafat sebagai method of the thought. Temuan penelitian antara lain, konsep kosmologi Antony Flew mendasarkan pada Perancang Cerdas dengan big bang; kosmologi Ibn Rushd mendasarkan pada al-Ikhtirā wal ‘Ināyah; persamaan keduanya bahwa alam semesta sama-sama diciptakan oleh Tuhan dan dalam kondisi terpelihara untuk kehidupan manusia. Sedangkan, perbedaannya (a) Konsep ketuhanan menurut Ibn Rushd, Allāh menciptakan dan memelihara alam untuk kehidupan, sedangkan Antony Flew berpendapat Tuhan sebatas pencipta; (b) Konsep penciptaan alam semesta, Flew berpendapat alam semesta tercipta dari Tuhan melalui big bang, Ibn Rushd berpendapat alam semesta tercipta dari ‘materi pertama’ yang tingkat azalī-nya di bawah Allāh; (c) Konsep mekanisasi alam semesta, menurut Ibn Rushd, Allāh menjaga alam semesta melalui dalil al-‘Ināyah, sedangkan Antony Flew berpendapat bahwa alam semesta terjaga karena adanya hukum alam; (d) Konsep keterhubungan Tuhan dalam kehidupan, Ibn Rushd berpendapat bahwa Allāh bisa memberikan pengaruh dalam kehidupan melalui pertolongan-Nya, sedangkan Antony Flew memiliki pendapat bahwa Tuhan tidak bisa ikut campur dalam kehidupan manusia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Utama, Achmad Iqbal Satriaramaalsatia@gmail.comF02917250
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHuda, M. Syamsulm.syamsul.huda70@gmail.com2029037201
Subjects: Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Kosmologi; Alam Semesta; Antony Flew; Ibn Rushd
Divisions: Program Magister > Dirasah Islamiyah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Jan 2020 08:40
Last Modified: 28 Jan 2020 08:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/39074

Actions (login required)

View Item View Item