Kerukunan antar umat beragama: studi tentang interaksi sosial Islam dan Kristen di Desa Randuagung Kec. Randuagung Kab. Lumajang

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sakdiyah, Daulah Ifatun Laely (2019) Kerukunan antar umat beragama: studi tentang interaksi sosial Islam dan Kristen di Desa Randuagung Kec. Randuagung Kab. Lumajang. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Daulah Ifatun Laely Sakdiyah_E72214025.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Kerukunan Antar Umat Beragama : Studi tentang Interaksi Sosial Islam dan Kristen di Desa Randuagung Kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang” merupakan hasil dari penelitian lapangan. Skripsi ini memiliki Rumusan Masalah, pertama adalah untuk mengetahui kerukunan yang terjadi di Desa Randuagung dan yang kedua adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadi pendukung adanya sikap kerukunan antar umat beragama dan faktor-faktor yang menjadi penghambat terjadinya kerukunan antar umat beragama. Dalam penelitian ini juga dijelaskan bahwasannya untuk menciptakan kehidupan yang guyub dan rukun maka penting kiranya masyarakat melakukan interaksi baik dengan masyarakat yang seagama ataupun dengan masyarakat yang berbeda agama. Terdapat beberapa faktor yang mendasari terjadinya interaksi pertama, adanya imitasi (meniru), sugesti, identifikasi dan simpati. Interaksi sosial memiliki beberapa bentuk yang menjadi dasar terjadinya interaksi, bentuk-bentuk interaksi diklasifikasikan menjadi dua macam, pertama asosiatif dan kedua disasosiatif. Syarat-syarat terjadinya interaksi, pertama terjadinya kontak sosial dan komunikasi. Kerukunan merupakan satu kesatuan yang terdiri dari beberapa perbedaan yang kesemuanya saling menguatkan satu sama lain. Dalam studi kasus Islam dan Kristen sejatinya keduanya memiliki pedoman yang sama mengenai kerukunan bahwa ajaran tentang kerukunan sudah termaktub dalam kitab suci dari masing-masing agama sehingga tidak ada alasan untuk melakukan pertikaian, berkonflik dengan sesama ataupun yang berbeda agama. Perbedaan sejatinya sengaja diciptakan oleh sang pencipta dengan maksud dan tujuan supaya manusia satu dengan yang lain saling mengenal dan saling bekerjasama dalam menebar kebaikan dimuka bumi. Faktor yang menjadi pendukung terjadinya kerukunan adalah adanya kesamaan Budaya yang sudah berkembang di daerah tersebut, kedua adalah munculnya sikap saling memahami dan menghormati dari masing-masing individu. faktor-faktor penghambat terjadinya kerukunan pertama kerukunan tidak akan pernah terjadi apabila setiap masyarakat menampilkan ego di posisi nomor satu, kedua kurangnya pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama yang sesungguhnya dan yang ketiga adalah kurangnya akhlak atau adab yang baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sakdiyah, Daulah Ifatun Laelydaulah.ifatun96@gmail.comE72214025
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamdi, Achmad ZainulUNSPECIFIED--
Subjects: Agama
Kerukunan Beragama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Daulah Ifatun Laely Sakdiyah
Date Deposited: 08 Jan 2020 01:40
Last Modified: 08 Jan 2020 01:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38748

Actions (login required)

View Item View Item