Pengaruh pemberian Ekstrak Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Glukosa Tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi Aloksan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Bahiyyah, Ulfa Wafirotul (2019) Pengaruh pemberian Ekstrak Minyak Biji Kelor (Moringa oleifera) terhadap Kadar Glukosa Tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi Aloksan. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ulfa Wafirotul Bahiyyah_H01214003.pdf

Download (2MB)

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu penyakit yang dicirikan dengan tingginya kadar glukosa yang terjadi akibat kerusakan pada sekresi (aksi insulin). Meningkatnya kadar glukosa disebabkan paparan radikal bebas. Moringa oleifera merupakan tanaman yang dimanfaatkan karena mengandung flavonoid yang berperan sebagai antioksidan untuk menurunkan kadar glukosa. Kandungan antioksidan yang tinggi menunjukkan ekstrak minyak biji kelor sebagai sumber yang berkontribusi dalam pencegahan terjadinya DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak minyak biji kelor (M. oleifera) terhadap kadar glukosa tikus (R. norvegicus) yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus berjenis kelamin betina dan dikelompokkan menjadi 6 kelompok: kelompok normal, kontrol, 60, 120, 180 dan 240 mg/kg BB. Tikus diinduksi aloksan sebanyak 150 mg/kg BB secara intraperitoneal pada 5 kelompok yaitu: kelompok kontrol, 60, 120, 180 dan 240 mg/kg BB. Setelah induksi aloksan, kadar glukosa tikus secara rutin diukur hingga mencapai ≥126 mg/dL, pemberian ekstrak minyak biji kelor dilakukan selama 14 hari secara oral. Darah diambil melalui ekor menggunakan alat glukometer kemudian dicatat. Berdasarkan hasil analisis uji Kruskal Wallis dimana memiliki nilai p=0.160 > 0.05 yang berarti tidak terdapat perbedaan antar kelompok perlakuan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa secara uji statistik tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada 5 kelompok perlakuan, akan tetapi jika dilihat data kadar glukosa rata-rata 5 kelompok perlakuan, dosis tertinggi ekstrak minyak biji kelor yaitu dosis 240 mg/kg BB berpengaruh secara signifikan terhadap kadar glukosa tikus karena kandungan yang berada pada minyak biji kelor lebih banyak jika dibandingkan dengan kelompok yang lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Bahiyyah, Ulfa Wafirotuluwafirotul@gmail.comH01214003
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorFaizah, Hanik----
Thesis advisorLusiana, Novanovalusiana@uinsby.ac.id0402118102
Subjects: Biologi
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Biologi
Depositing User: Ulfa Wafirotul Bahiyyah
Date Deposited: 07 Jan 2020 04:37
Last Modified: 07 Jan 2020 04:37
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38612

Actions (login required)

View Item View Item