KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP WATU BLOROK : STUDY PENGETAHUAN H. SUAIB DI DESA KUPANG KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO

Anifah, Khoirotul (2015) KEPERCAYAAN MASYARAKAT TERHADAP WATU BLOROK : STUDY PENGETAHUAN H. SUAIB DI DESA KUPANG KECAMATAN JETIS KABUPATEN MOJOKERTO. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (37MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (143kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (150kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (204kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (199kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (636kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (273kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (107kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan etnografi tentang fenomena kepercayaan masyarakat terhadap Watu Blorok study pengetahuan H.Suaib di Desa Kupang Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto. Adapun pokok permasalahan atau inti dari tulisan ini adalah menjawab dua pertanyaan berikut: (1) Bagaimana asal-usul kepercayaan masyarakat terhadap Watu Blorok di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto? (2) Bagaimana hubungan Islam dalam kepercayaan terhadap Watu Blorok menurut H.Suaib di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto?
Adapun Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi dengan pengumpulan data, observasi, interview, untuk analisis datanya menggunakan kualitatif, yang lebih menekankan analisisnya pada penyimpulan induktif dengan menggunakan pendekatan antropologi. Teori yang digunakan adalah akulturasi yaitu budaya lama mengalami percampuran dengan budaya baru.
Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) Watu Blorok merupakan dua batu yang dikeramatkan masyarakat Desa Kupang yang bernama Jaka Wilis dan Nyi Welas sebagai tempat persembahan, permohonan atau ziarah. Kepercayaan ini dilakukan masyarakat ketika melintasi jalan dari arah Desa Kupang menuju Desa Bangeran dan ketika musim panen seperti panen cabe, jagung, padi dan sebagainya. Dengan tujuan agar terhindar dari marabahaya bagi pengguna jalan dan terhindar dari kerusakaan dari hama dan tanaman hasilnya bagus ketika musim panen. (2) Menurut
H.Suaib Watu Blorok merupakan kepercayaan peninggalan nenek moyang yang sampai sekarang masih kerap terlihat di Desa Kupang. Bagi masyarakat yang mempercayai Watu Blorokkegiatan persembahan atau permohonan. bukan suatu kegiatan yang berasal dari ajaran Islam. Melainkan berasal dari ajaran agama Hindu,Tercampurnya budaya Hindu dalam kepercayaan masyarakat terhadap WatuBlorok ini menjadikan kepercayaan tersebut tidak murni sebagai kepercayaan Islam yang mengandung unsur-unsur ajaran Islam. Karena kepercayaan mayarakat terhadap Watu Blorok ini tidak ada penjelasannya dalam Al-Quran dan Al-Sunnah

Email:
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Rochimah
Uncontrolled Keywords: Kepercayaan; Masyarakat; Watu Blorok; Aliran; Keyakinan; Sejarah; Budaya
Subjects: Budaya - Agama
Sejarah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 22 Jan 2016 03:39
Last Modified: 22 Jan 2016 03:39
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3847

Actions (login required)

View Item View Item