Istinbat progresif: telaah progresifitas makna sebagai metode Istinbat Hukum Kontemporer

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Arifin, Zainul (2016) Istinbat progresif: telaah progresifitas makna sebagai metode Istinbat Hukum Kontemporer. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Zainul Arifin_F02212017.pdf

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini berjudul Istinbat Progresif dalam Ketentuan Hukum terhadap Poligami dan Mahar Mithil. Penelitian ini sangat penting untuk diapresiasi karena ini adalah medium aktifitas aksegesis al-Qur’an dengan menawarkan konsep baru yang berbeda dengan konsep yang belum banyak disentuh oleh pemerhati al-Qur’an terutama di Indonesia. Konsep baru yang dimaksud adalah menghadirkan metode istinbat dimana semiotika (sistem tanda) teks dijadikan mashadir al-ahkam (sumber hukum) terhadap kompleksitas permasahan hukum yang terus bergulir tanpa henti, metodologi yang dibangun melalui kaidah istinbat progresif yaitu seperangkat konsepotual metodologis istinbat hukum yang menitik beratkan pada teks (lafaz) sebagai pijakan inferensi dengan mempertimbangkan dalalah lafziyah (petunjuk leksikal) terhadap makna yang digali melalui kaidah lughawiyah (bahasa) sebagai maqayis al-lughah (standar bahasa), kaidah ushuliyah (standar epistemologi hukum), kaidah fiqhiyah (pertimbangan pencetusan hukum), kaidah tafsir sebagai (meaning teks) dari literasi bahasa al-Qur’an, kaidah ta’wil (pemalingan makna) dari intrinsik leksikalnya kemudian disinergikan dengan relasi teks dan makna dengan melihat postulat awal dan potensi stuktur bahasa teks yang ada. Bangunan epistimologinya melalui dua tahap ; Pertama, Intaj al-Hukm min al-Adillat al-asasiyyah (mengeluarkan hukum dari sumber pokok; al-Qur’an kedua, al-Tathbiq ‘ala al-Ahkam (Metode Penerapan Hukum. melalui tahapan (1) tawthiq an-Nas menguji validitas dan keabsahan sebuah teks (2), fahm an-Nas (pembacaan teks), dengan mengacu pada langkah (3), al-Taqayyud bi al-Ijma’ (pengelaborasi produk hukum yang pernah dilakukan ulama sebagai pijakan istinbat kemudian menentukan langkah keempat, manhaj Penentuan permasalahanya didasarkan pada langkah kelima taswir wa al-Ta’rif al-Waqi’ (visualisasi dan identifikasi hukum), dengan berusaha meng-ejawantahkan dengan langkah keenam; Takwir al-Waqi’yakni upaya untuk mengembalikan sebuah kasus ke dalam kategori hukum tertentu, kemudian mencetuskan hukum sesuai dengan probematika hukum yang menggejala di masyarakat atau dengan metode ketujuh yakni Tanzil al-Ahkam ‘ala al-Waqi’ menjustifikasi (memberi jawaban hukum sesuai dengan realitas). Penelitian ini bersifat kualitatif (qualitative research) dengan menggunakan metodologi triangulasi (keberagaman metode) sebagai alternatif dalam menghasilkan validitas data empiris terhadap obyek yang dikaji (mahar mithil dan poligami) sehingga kajiannya bisa dipahami secara holistik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Arifin, Zainulazza_inu2009@yahoo.comF02212017
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorAlim, Ma’shum NurUNSPECIFIED196009141989031001
Subjects: Poligami
Perkawinan
Uncontrolled Keywords: Istinbat; Progresif; Mahar mithil; Poligami
Divisions: Program Doktor > Studi Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Jan 2020 04:31
Last Modified: 06 Jan 2020 06:28
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38261

Actions (login required)

View Item View Item