Peran sosial perempuan Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid: studi analisis surat Al-Ahzab ayat 33

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Salma, Iynas (2019) Peran sosial perempuan Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid: studi analisis surat Al-Ahzab ayat 33. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Iynas Salma_E03215019.pdf

Download (1MB)

Abstract

Dalam sistem pranata sosial, banyak ketimpangan-ketimpangan yang terjadi akibat pemahaman yang salah terkait kodrat dan takdir perempuan. Dalam Alquran sudah dijelaskan bahwa perempuan mempunyai posisi yang mulia dan terhormat. Adanya penelitian ini dilatar belakangi dengan adanya analisis terhadap surat Al-Ahzab ayat 33 menurut pandangan Syakh Nawawi al-Bantani dalam kitab tafsirnya yaitu Marah Labid. Sehingga tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui: 1) cara pandang para mufassir mengenai peran sosial perempuan dan 2) peran sosial perempuan perspektif Syaikh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Marah Labid. Teori yang digunakan dalam analisis ini menggunakan metode kualitatif, data-data yang dibutuhkan adalah library research, yakni mengumpulkan data dari berbagai literatur yang bersumber dari kitab, buku, jurnal, artikel, dan karya ilmiah lainnya sebagai sumber rujukan. Hasil dari penelitian ini adalah mengembalikan posisi perempuan kepada posisi yang sewajarnya sehingga perempuan mempunyai derajat yang sama dengan laki-laki dalam hal penghambaan diri kepada Allah. Maka penelitian ini akan memberikan jawaban atas, 1) peran sosial perempuan menurut Syaikh Nawawi al-Bantani adalah seorang perempuan hendak berada di dalam rumah dengan tidak berhias secara berlebihan dan melaksanakan pekerjaan-pekerjaan di dalam rumah yang mana hal ini di khususkan untuk istri-istri dan keluarga nabi karena pada waktu zaman jahiliyah seorang perempuan banyak yang menampakkan bentuk tubuhnya dan memamerkan barang yang dimiliki sehingga dipandang begitu rendah. 2) pandangan Syaikh Nawawi al-Bantani dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai seorang hamba untuk mengabdi dan menjadi khalifahNya. Allah akan memberi pahala kepada siapapun yang berbuat kebaikan dan tidak akan mengurangi sedikitpun pahala dari kebaikan tersebut, begitu juga tidak akan menambah siksanya. Karena Allah mempunyai hak kepada hambaNya untuk memberi rahmat dan adzab, yaitu mengatur segala perkara hambaNya pada perilaku yang adil dan benar.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Salma, Iynasiynassalma@gmail.comE03215019
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMusyarrofah, MusyarrofahUNSPECIFIED197106141998032002
Thesis advisorIwanebel, Fejrian YazdajirdUNSPECIFIED199003042015031004
Subjects: Pemberdayaan > Perempuan
Pemberdayaan > Pemberdayaan Perempuan
Al Qur'an
Sosiologi
Tafsir
Keywords: Peran Sosial Perempuan; Syaikh Nawawi al-Bantani; Marah Labid
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Iynas Salma
Date Deposited: 03 Jan 2020 08:44
Last Modified: 03 Jan 2020 08:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38247

Actions (login required)

View Item View Item