Kritik Pemahaman dan Praktik Poligami Syar’i pada Lembaga Dauroh Poligami Indonesia: Studi Living Qur’an terhadap Surat An-Nisa’ Ayat 3.

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Afifah, Anisa (2019) Kritik Pemahaman dan Praktik Poligami Syar’i pada Lembaga Dauroh Poligami Indonesia: Studi Living Qur’an terhadap Surat An-Nisa’ Ayat 3. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Anisa Afifah_E93215059.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini mengkaji pemahaman Dauroh Poligami Indonesia terhadap konsep poligami syar’i dan bagaimana praktik poligami syar’i dalam lembaga tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendeskripsikan pemahaman dan praktik poligami syar’i pada lembaga Dauroh Poligami Indonesia. Menggunakan living Qur’an sebagai studinya dengan fokus kajian dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap DPI dalam merespon kehadiran ayat-ayat poligami khususnya surat An-Nisa’ ayat 3 dalam praktik poligami syar’i yang dilakukannya. Model penelitian ini kualitatif. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis yang digunakan adalah deskriptif interpretatif. Sebagai landasan teori, penelitian ini menggunakan teori yang ditawarkan oleh Heddy Shri Ahimsa-Putra yaitu dengan pendekatan atropologis perspektif hermeneutik (interpretative). Penelitian ini dilakukan karena mayoritas muslim di Indonesia ini, poligami kerap menjadi topik pembicaraan yang kontroversial. Di satu sisi poligami ditolak dengan berbagai macam argumentasi baik bersifat normatif, psikologis bahkan selalu dikaitkan dengan ketidakadilan gender. Namun di satu sisi poligami dikampanyekan karena dianggap memiliki sandaran normatif yang tegas dan dipandang sebagai salah satu alternatif untuk menyelesaikan fenomena selingkuh dan prostitusi. Dauroh Poligami Indonesia (DPI) adalah satu-satunya lembaga edukasi non formal tentang pernikahan poligami sekaligus pelopor dari dilegalkannya praktik ini secara publik di Indonesia. Hasil dari penelitian ini meliputi; Pertama, DPI merupakan sebuah lembaga yang menjadi pusat edukasi dan konsultasi pernikahan poligami. DPI melakukan perlindungan dan pendampingan kepada keluarga poligami dalam menjalankan syari’at poligami dengan baik dan benar; membantu bagi pelaku poligami yang poligaminya masih serampangan agar mal praktik poligami di masyarakat bisa berkurang. Kedua, asas pernikahan dalam Islam menurut DPI adalah poligami. Monogami menjadi solusi terakhir ketika seseorang sadar tidak mampu. Ketiga, asumsi dasar dari pemahaman dan praktik poligami Syar’i, DPI menggunakan logika kekinian (logika agama) yang murni dari pemahaman para praktisi DPI itu sendiri. Adapun teori aplikatif poligami syar’i berasal dari pengalaman para praktisi DPI. Terkait landasan teologis dilegalitaskannya poligami DPI tidak banyak membahas. Menurut DPI dalam Alquran maupun hadis, dalil diperintahkannya poligami cukup jelas dan tidak boleh diungkit-ungkit lagi. Keempat, sebutan dari praktik poligami syar’i dalam teori DPI adalah terletak pada pelakunya yang harus syar’i terlebih dahulu; dalam arti dia sudah menjalankan seluruh kewajiban dan sunnah sebagai seorang muslim.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Afifah, AnisaAfifahanisa1000@gmail.comE93215059
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorChozin, Fadjrul Hakamhakam@uinsby.ac.id;aang.efha@gmail.com;aang_efha@yahoo.co.id2006075901
Thesis advisorIwanebel, Fejrian Yazdajirdiwanebel@uinsa.ac.id2004039001
Subjects: Nikah
Poligami
Uncontrolled Keywords: DPI; Dauroh Poligami Indonesia; Praktik; Poligami; Poligami Syar’i.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Anisa Afifah
Date Deposited: 03 Jan 2020 08:42
Last Modified: 03 Jan 2020 08:42
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38173

Actions (login required)

View Item View Item