Penciptaan Kematian dan Kehidupan dalam Tafsir Ruh al-Ma'ani Karya al-Alusi: studi Analisis Surat Al-Mulk Ayat 2

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Romadlon, Salim (2019) Penciptaan Kematian dan Kehidupan dalam Tafsir Ruh al-Ma'ani Karya al-Alusi: studi Analisis Surat Al-Mulk Ayat 2. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Salim Romadlon_E93215140.pdf

Download (8MB)

Abstract

Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah penciptaan kematian dan kehidupan dalam tafsir Ruh al-Ma’ani dan ‘Ibrah diciptakannya kematian dan kehidupan dalam tafsir Ruh al-Ma’ani. Karenanya, tujuan penelitian ini adalah 1)Mendeskripsikan penafsiran al-Alusi tentang penciptaan kematian dan kehidupan dalam kitab tafsir Ruh al-Ma’ani dan 2) mendeskripsikan ‘ibrah diciptakannya kematian dan kehidupan dalam Tafsir Ruh al-Ma’ani. Adapun metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, yang mana dalam segi penyajiannya menggunakan tehnik deskriptif. Munculnya penelitian ini dilatarbelakangi karena sampai saat ini pertanyaan “apa itu kematian dan kehidupan?” masih banyak terdengar dari kalangan peneliti. Karenanya pada penelitian ini akan dibahas tentang penciptaan kematian dan
kehidupan akan tetapi dalam prespektif ilmu tafsir. Adapun penelitian ini memfokuskan pada ayat kedua surat Al-Mulk yang memang dari banyak mufasir berpendapat bahwa apa yang dimaksud dengan kematian dan kehidupan dijelaskan pada ayat ini. Adapun alasan menggunakan penafsiran al-Alusi sebagai fokus objek salah satunya adalah karena penafsiran al-Alusi memiliki corak sufi yang memang cocok digunakan untuk menjelaskan hal-hal yang bersifat i’tiqadi. Pada akhirnya, penelitian ini memberikan jawaban bahwa, 1) penciptaan kematian dalam penafsiran al-Alusi dibagi menjadi dua macam yaitu konseptual dan analogi. Pada penafsiran konseptual al-Alusi menafsirkan bahwa kematian adalah ketiadaaan, durasi waktu, dan menciptakan sebab-sebab kematian makhluk. Adapun pada penafsiran analogi al-Alusi menafsirkan kematian sebagai domba karena domba adalah hewan ternak yang memilikki sifat selalu bergerombol atau berkelompok sehingga sesuai apabila diibratkan dengan manusia. Selain itu, para
nabi sebelum diutus sebagai rasul pasti akan mendapat tugas untuk berternak domba juga domba memang diciptakan untuk disembelih, sedangkan penganalogian kehidupan dengan kuda dikarenakan kuda merupakan lambang kekuatan dan keabadian serta memiliki kehidupan yang lebih bebas dibandingkan dengan domba meskipun dalam beberapa kasus kuda juga diternak, akan tetapi kebanyakan tujuan diternaknya kuda bukan untuk disembelih tapi untuk diambil kekuatannya dan 2)
‘ibrah yang dapat diambil dari penciptaan kematian adalah untuk memotivasi supaya berlomba-lomba dalam kebaikan dan menahan diri agar tidak melakukan kemaksiatan. Adapun ‘ibrah yang dapat diambil dari penciptaan kehidupan adalah supaya manusia bersyukur.atas nikat yang telah diberikan oleh Allah berupa hidup maupun kehidupan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Romadlon, Salimwrath.sin07@gmail.comE93215140
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorChozin, Fadjrul Hakamhakam@uinsby.ac.id195907061982031005
Thesis advisorFaruq, UmarUNSPECIFIED196207051993031003
Subjects: Kematian
Al Qur'an
Tafsir
Keywords: Ruh al-Ma'ani; al-Alusi; penciptaan; kematian; kehidupan; 'ibrah.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Salim Romadlon
Date Deposited: 02 Jan 2020 08:20
Last Modified: 02 Jan 2020 08:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38014

Actions (login required)

View Item View Item