MAKNA RITUAL SLAMETAN DI MAKAM SAWUNGGALING KELURAHAN LIDAH WETAN KECAMATAN LAKAR SANTRI SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Lestari, Evi Kurnia (2015) MAKNA RITUAL SLAMETAN DI MAKAM SAWUNGGALING KELURAHAN LIDAH WETAN KECAMATAN LAKAR SANTRI SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (265kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (206kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (509kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (326kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (276kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (268kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (255kB) | Preview

Abstract

Melalui fokus masalah ini, telah disusun Tujuan penelitian adalah: (1) Untuk mendiskripsikan Sejarah Makam sawunggaling, (2) Menggambarkan Bentuk-Bentuk Ritual yang di Makam Sawunggaling, (3) Untuk menganalisis Makna Ritual Slametan di Makam Sawunggaling.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan antropologi. Teknik pengumpulan data menggunakan: (1) menggunakan metode observasi, (2) menggunakan metode wawancara, dan (3) mengunakan metode dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis yaitu data yang sudah terkumpul dianalisis sesuai dengan kondisi dilapangan. Sumber data dalam penelitian ini bersifat lapangan menggunakan sumber penelitian melalui (1) sumber primer dan, (2) sumber sekunder.
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Makna Ritual Slametan di Makam Sawunggaling merupakan pengenangan masyarakat atas jasa Sawunggaling merupakan seorang yang memiliki keberanian dan kesaktian yang tidak ada tandingannya pada saat itu. karena keberaniannya itu Sawunggaling membabat alas dan melawan Belanda sampai akhir hayat. Dari perjuangan Sawunggaling tersebut, Sawunggaling sangat di agungkan oleh masyarakat karena dianggap berjasa. Dari situlah makam sawunggaling di kramatkan oleh masyarat. Dan masyarakat percaya bila berdoa di makam tersebut maka keinginannya akan terkabul. Dari kepercayaannya masyarakat kepada Sawunggaling maka masyarakat mengadakan ritual-ritual yang di adakan setiap bulan, setiap tiga bulan dan setiap tahun. Bentuk-bentuk ritual yang diadakan mulai dari khotmil qur’an, pembersihan makam, mengganti kelamu putih makam, ziarah makam dan slametan. Makna yang diambil dari upacara ritual slametan makam Sawunggaling adalah cara masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah atas semua yang diberikannya kepada manusia. Dan untuk meninggkatkan kebersamaan masyarakat. Dan untuk menghormati Sawunggaling yang menjadi pahlawan di Surabaya. Dengan menjaga dan menghormati makam Sawunggaling

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Purwanto
Creators:
CreatorsEmailNIM
Lestari, Evi KurniaUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Budaya - Agama
Perbandingan Agama
Perbandingan Agama
Keywords: Makna; Ritual; Slametan; Makam; Sawunggaling
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Perbandingan Agama
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 20 Jan 2016 07:26
Last Modified: 20 Jan 2016 07:26
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3700

Actions (login required)

View Item View Item