KH. Achmad Asrori: studi historis tentang kemursyidan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Al Utsmaniyah di Pondok Pesantren Al fithrah Kedinding Surabaya Tahun 1985-2009

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kusairi, Kusairi (2012) KH. Achmad Asrori: studi historis tentang kemursyidan Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Al Utsmaniyah di Pondok Pesantren Al fithrah Kedinding Surabaya Tahun 1985-2009. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Kusairi_A02207017.pdf

Download (5MB)

Abstract

Skripsi ini, merupakan hasil penelitian yang bertujuan untuk mengulas dan mengingat serta mengetahui tentang Sejarah kemursyidan dari KH. Achmad Asrori yang berawal dari tahun 1985 sampai tahun 2009. Salah satu metode yang digunakan adalah metode sejarah karena termasuk studi historis, dan juga menggunakan beberapa literatur yang relevan terhadap permasalahan tersebut. Untuk menganalisisnya, peneliti menggunakan pendekatan historis, yang tujuannya untuk mcndeskripsikan peristiwa yang terjadi pada masa lampau, yakni tentang sejarah kemursyidan dari KH. Achmad Asrari yang berawal di Pondok Pesantren Raudlotul Muta'alim Jati Purwo peninggalan ayahandanya KH. Utsman Al Ishaqi sampai membangun dan mengasuh di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Kedinding Surabaya. Disamping itu, penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan kritik sumber, Penafsiran dan juga Historiografi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, KH. Achmad Asrari selain sebagai seorang Mursyid Tarekat Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Al Utsmaniyah juga sebagai pcngasuh Pondok Pesantren Assalafi Al fithrah di Kedinding Surabaya. Peran sebagai mursyid dan pengasuh pesantren bukan perkara yang mudah karena seorang pemimpin harus punya tanggung jawab atas keberhasilan muridnya bahkan bukan di dunia saja melainkan di akhirat kelak. Meskipun Pondok Pesantren tersebut tergolong relatif muda tetapi santri pada pondok pesantren Al fithrah relatif banyak dan berkembang. Pada perkembangan selanjutnya, peran KH. Achmad Asrori sebagai pendiri dan pengasuh Pesantren Al fithrah selain membagun sarana pendidikan dari MI, MTs, dan MA, juga membangun sarana pendidikan tingkat perguruan tinggi yaitu STIU Al fithrah dan linkungan Pondok yang Wifi yang di buat oleh santri sendiri. Pondok Pesantren Al fithrah semakin berkembang bahkan di juluki Pondok putih karena pakaian muslim para santri relatif putih karena menggunakan jubah putih bahkan setiap ada hari-hari besar Islam (PHBI) baik umum atau dari pihak Pesantren sendiri membuat Pondok Pesantren tersebut ramai buat Dzikir bersama sampai melibatkan halaman warga setempat karena banyakmya Jama'ah. Dan perkembangan Pesantren Al fithrah tidak berhenti pada santri saja, akan tetapi bagi murid Tarekat sendiri rutin dengan acara Dzikir bersama dan sholat malam berjama'ah pada Bulan Ramadhan yakni setiap Haul Al fithrah dan setiap malam 27 Ramadhan yang jama'ah nya sampai melibatkan jalan raya sekitar Kedinding dan halaman warga setempat untuk di di jadikan Shof untuk sholat. Semua itu karena dari kemursyidan dari KH. Achmad Asrari.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Kusairi, Kusairi--A02207017
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorRochimah, Rochimahzachmad06@gmail.com2004026901
Subjects: Tasawuf
Uncontrolled Keywords: KH. Achmad Asrori; mursyid; sejarah Tarekat; Qadiriyah Wa Naqsyabandiyah Al Utsmaniyah
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 10 Dec 2019 07:20
Last Modified: 10 Dec 2019 07:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/36279

Actions (login required)

View Item View Item