Konsep bahagia dalam Tafsir Al Sha'rawi perspektif Psikologi Humanistik Abraham Maslow

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Halida, Putri Alfia (2019) Konsep bahagia dalam Tafsir Al Sha'rawi perspektif Psikologi Humanistik Abraham Maslow. PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Putri Alfia Halida_F03314014.pdf

Download (6MB)

Abstract

Disertasi ini dilatarbelakangi oleh keragaman pandangan manusia akan makna kebahagiaan. Fakta menunjukkan adanya anomali yang terjadi di era kontemporer, dan ujung pangkalnya adalah hilangnya orientasi hidup. Secara faktual dapat ditemukan seseorang merasa hampa meskipun ia berlimpah materi. Atas pertimbangan itu, penulis memilih tafsir al-Sha‘rawi sebagai bahan kajian karena pengaruh pemikirannya yang luas di tengah komunitas muslim dunia, yang menurut beberapa kajian kitab termasuk dalam kategori tafsir sosial-kemasyarakatan (al-adabi al-ijtima‘i). Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan penelitian yang dilakukan oleh Muskinul Fuad dengan menggunakan lima terminologi bahagia dalam al-Qur’an. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini dirumuskan ke dalam tiga pertanyaan: 1) Bagaimana pengertian term-term bahagia dalam al-Qur’an (sa‘adah, surur, farah, falah dan fawz)?; 2) Bagaimana penafsiran al-Sha‘rawi tentang term-term bahagia (sa‘adah, surur, farah, falah dan fawz) dalam kitab tafsirnya?; 3) Bagaimana konsep bahagia dalam tafsir al-Sha‘rawi perspektif psikologi humanistik Abraham Maslow? Disertasi ini menggunakan metode tematik untuk menelusuri makna lima terminologi kebahagiaan tersebut dalam al-Qur’an, dan menemukan konsep bahagia dalam tafsir al-Sha‘rawi melalui ayat-ayat kebahagiaan (sa‘adah, surur, farah, falah dan fawz). Kemudian menggunakan pendekatan humanistik Abraham Maslow untuk menganalisa konsep bahagia dalam tafsir al-Sha‘rawi. Penelitian ini menghasilkan temuan berikut: 1) Lima terminologi kebahagiaan yang digunakan dalam al-Qur’an memiliki makna yang unik, berbeda antara satu dan lainnya. 2) Terdapat dua jenis kebahagian menurut al-Sha‘rawi dan beberapa motif kebahagiaan, diantara motif kebahagiaan yaitu iman, takwa, amar ma’ruf nahi munkar, merendahkan diri kepada tuhan, mendapat karunia dan rahmat Allah, mendapatkan petunjuk, sabar, dan berjuang di jalan Allah. Motif tidak bahagia diantaranya kebencian dan iri hati, tidak percaya kepada kebenaran, menentang, mengejek, menganggap hina orang lain, dan menuduh tanpa bukti serta melakukan kejelekan. 3). Konsep bahagia dalam tafsir al-Sha‘rawi perspektif psikologi humanistik Abraham Maslow menghasilkan temuan bahwa ketika semua kebutuhan seseorang seimbang atau terpenuhi maka akan merasakan bahagia, sebaliknya ketika kebutuhan-kebutuhannya tidak seimbang atau tidak terpenuhi maka tidak akan merasa bahagia. Kemudian motif kebahagian berdasarkan lima termonologi bahagia dalam tafsir al-Sha‘rawi perpektif psikologi humanistik Abraham Maslow yaitu: motif sa‘adah yaitu kepatuhan, motif surur yaitu toleransi, motif farah yaitu penghargaan, motif falah kesungguhan dan motif fawz yaitu perlindungan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Halida, Putri Alfiaalfiahalida@gmail.comF03314014
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDjamaluddin, Burhanpps@uinsby.ac.id195512211982031002
Thesis advisorMa'shum, Ma'shumUNSPECIFIED196009141989031001
Subjects: Psikologi Sosial
Tafsir
Keywords: Konsep bahagia; Tafsir Al Sha'rawi; Psikologi Humanistik; Abraham Maslow
Divisions: Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Delta Yaumin Nahri
Date Deposited: 09 Dec 2019 05:19
Last Modified: 09 Dec 2019 05:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/36199

Actions (login required)

View Item View Item