Aplikasi akad ijārah pada sistem pemberian upah buruh pengupas bawang di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mujahidah, Eny (2019) Aplikasi akad ijārah pada sistem pemberian upah buruh pengupas bawang di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Eny Mujahidah_C92215099.pdf

Download (8MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Aplikasi Akad Ijārah Pada Sistem Pemberian Upah Buruh Pengupas Bawang Di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto” bertujuan untuk dapat menjawab pertanyaan tentang bagaimana sistem pemberian upah buruh pengupas bawang di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto? dan bagaimana aplikasi akad ijārah pada sistem pemberian upah buruh pengupas bawang di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto? Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian lapangan di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto, dengan wawancara dan observasi sebagai metode pengumulan datanya. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deduktif, dengan menggunakan teori-teori yang berkaitan dengan ijārah kemudian dikorelasikan dengan data sistem pemberian upah buruh prngupas bawang yang diperoleh di lapangan untuk selanjutnya ditarik sebuah kesimpulan.Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa: pertama, upah buruh pengupas bawang di Desa Bandarasri pada awalnya diberikan secara harian setelah pekerjaannya selesai, namun setelah berjalannya pekerjaan yang dilakukan upah yang diberikan ditangguhkan dua sampai empat hari. Selain itu upah yang diberikan berdasarkan timbangan bawang yang didapatkan setelah bekerja jumlahnya pun tidak jelas, kedua, sistem pemberian upah buruh pengupas bawang yang terjadi di Desa Bandarasri Kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto yang dilakukan oleh pemilik usaha dengan buruh pengupas bawang tersebut tidak sesuai dengan hukum Islam karena tidak memenuhi syarat ijārah yaitu ketidakjelasan upah sehingga merugikan para buruh pengupas bawang.Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka sebaiknya para buruh perlu mempertanyakan kejelasan tentang waktu pemberian upah serta jumlah timbangan bawang dan hendaknya pemilik usaha perlu menjelaskan jumlah timbangan dalam pemberian upah buruh pengupas bawang yang dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan perselisihan dan adanya pihak yang merasa dirugikan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mujahidah, Enyenymujahidah@gmail.comC92215099
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
ContributorSyafa'at, Abdul KholiqUNSPECIFIED197106052008011026
Subjects: Sewa
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mujahidah Eny
Date Deposited: 25 Oct 2019 06:34
Last Modified: 25 Oct 2019 06:34
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/36037

Actions (login required)

View Item View Item