Islam dan Numerologi Jawa menurut pandangan sesepuh Muhammad Bisri di Dusun Watu Lanang Desa Suruh Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Chasanah, Firotun (2012) Islam dan Numerologi Jawa menurut pandangan sesepuh Muhammad Bisri di Dusun Watu Lanang Desa Suruh Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Firotun Chasanah_A02208011.pdf

Download (5MB)

Abstract

Pemikahan secara adat merupakan salah satu unsur kebudayaan yang sangat luhur dan mengandung nilai tinggi, karena tinggi rendahnya kebudayaan dan adat istiadat menunjukkan tinggi rendahnya peradaban suatu bagsa. Peradaban dan nilai kebudayaan dibentuk dari tata nilai yang luhur dan suci oleh lembaga masyarakat setempat. Nilai-nilai luhur diwariskan turun-temurun dari generasi kegenerasi seterusnya. Judul skripsi tersebut, merupakan hasil penelitian lapangan dan kepustakaan, yang bertujuan untuk mengatahui pandangan Islam dan Numerologi Jawa. Media yang digunakan adalah pengamatan dan wawancara yang dilakukan secara langsung serta menggunakan daftar pustaka yang berhubungan dengan topik yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode etnografi dengan pengumpulan data, observasi, interview, untuk analisis datanya menggunakan kualitatif, yang lebih menekankan analisisnya pada penyimpulan induktif dengan menggunakan pendekatan antropologi. Teori yang digunakan adalah konflik yang dikembangkan oleh Lewis A. Coser untuk membatasi pandangan yang berbeda dengan mengarilbil titik jalan keluamya tanpa merubah sistem tatanan yang sudah ada. Kedua, teori yang digunakan adalah Local Genius dari Quaritch Wales mengenai kemampuan masyarakat dalam kebudayaan setempat untuk menghadapi pengaruh budaya setempat pada waktu berhubungan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perubahan yang terjadi di dusun Watu Lanang dalam keluarga Waini adalah tidak menggunakan pitungan weton atau yang lainnya tetapi dengan menggunakan nama dari kedua calon, dengan alasan karena salah satu calon tidak mengetahui perhitungan Jawa. Sehingga menurut pandangan Muhammad Bisri numerologi Jawa tidak ada dalam syari'at Islam, maka tidak boleh diyakini dan yang harus diyakini adalah contoh iman kepada Tuhan akan takdimya. Maka dari itu kebudayaan Jawa ada dibawah payung kebudayaan Islam. Hal- hal yang akan terjadi didunia semuanya dikembalikan kepada Allah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Chasanah, FirotunUNSPECIFIEDA02208011
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorMasyudi, Masyudimasyhudi_adab@yahoo.com2006045901
Subjects: Kebudayaan Jawa
Uncontrolled Keywords: Islam; Numerologi Jawa; Muhammad Bisri
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 17 Oct 2019 07:31
Last Modified: 17 Oct 2019 07:31
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35974

Actions (login required)

View Item View Item