Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M: studi tentang sejarah arsitektur

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mulyanto, Nanang (2011) Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M: studi tentang sejarah arsitektur. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nanang Mulyanto_A32207001.pdf

Download (9MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul "Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri Abad XVI-XXI M (Studi Tentang Sejarah Arsitektur)," ini merupakan basil penelitian kepustakaan clan lapangan yang bertujuan menjawab pertanyaan tentang sejarah berdirinya masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri dilihat dari bentuk arsitekturnya. Data penelitian dihimpun dari dokumen yang berupa salinan tulisan pada dinding masjid. Serta literatur pendukung yang relevan terhadap permasalahan tersebut. Selanjutnya dianalisis menggunakan metode sejarah, yaitu metode yang dipergunakan untuk menelusuri kejadian-kejadian pada masa yang telah lampau dan metode deduksi, kemudian digunakan penelitian bidang Arkeologi atau Ilmu Purbakala dengan membedakan data menjadi data kebahasaan (tertulis maupun lisan) dan data non bahasa seperti situs (tempat) bahan purbakala atau bangunan tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan Pendiri masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri tahap awal dilakukan oleh Sunan Giri pada tahun 1403 Saka (1481 M) yang disebutkan pada condrosengkolo yang berbunyi "Lawang Gapuro Gunaning Ratu". Bangunan ini berdiri di atas sebuah bukit Kedaton Sidomukti, yang kemudian mendorong Nyi Ageng Kabunan (seorang janda cucu Sunan Giri) memindahkan masjid Sunan Giri dari Giri Kedaton ke Bukit Giri tempat makam Sunan Giri sekarang yaitu pada tahun 1544 M. Hal ini diperkuat dengan hiasan bertulis huruf Arab di atas pintu utama masjid yang artinya: masjid ini dibangun oleh seorang janda (perempuan) cucu Sunan Giri ketiga pada tahun 984 H atau 1544 M. Akan tetapi yang melaksanakan adalah Sunan Prapen yang menjadi penguasa di Giri. Setelah itu dilajutkan oleh H. Yaqub Rekso Astomo untuk mempelopori perluasan bangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Perluasan yang dilakukan bukanlah merombak masjid yang lama, sehingga masjid Giri yang lama tidak mengalami perubahan-perubahan yang berarti, bahkan mendapatkan perbaikan pada bagian-bagian yang telah rusak. Sampai sekarang masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri, masyarakat Giri dan sekitamya membentuk Panitia Perluasan Masjid Jamik Sunan Giri dikelola oleh Yayasan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri. Pembangunan masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri pada masa Pasca Kemerdekaan dan Reformasi berbentuk perluasan dan pemindahan pendapa masjid dari halaman muka masjid ke sebelah utara halaman pendapa, menganti atap sirap dengan genteng, renovasi dan pemugaran pada kantor Takmir, Sekretariatan TPQ, pembuatan kolam untuk mencuci kaki dan MCK. Ada beberapa alasan pembangunan tahap fase ini, antara lain: penyesuaian zaman (segi bentuk fisik), perluasan guna memenuhi daya tampung jama'ah, melengkapi sarana dan prasarana bangunan masjid, komponen-komponen masjid yang sudah lama banyak yang rusak, sehingga di rasa perlu adanya perbaikan dan dibutuhkan ruang khusus dalam penfungsian masjid yang komplek. Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri memiliki arsitektur bergaya Oriental atau gaya lndo - Imperialis - India - Persia dan Eropa. Pertama, atap masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang tersusun tiga atau terkenal dengan sebutan atap tumpang tiga berlatar belakang dari kebudayaan Hindu - Jawa berupa bangunan candi. Kedua, rancangan komplek masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri yang memiliki Vimana yang diterapkan oleh negara India. Ketiga, Masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri juga mengadopsi arsitektur kebudayaan Cina jika dilihat pada masa awal masjid terbuat dari kayu. Keempat, bentuk - bentuk lengkung tapak kuda di bagian serambi masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bercorak setengah lingkaran. Corak lengkung yang digunakan pada serambi ini adalah beraliran corak lengkung tunggal. Corak lengkung tunggal terdapat juga pada bangunan masjid yang beraliran Arab, Turki, Persia dan India. Klima, kebudayaan Arsitektur Eropa (Belanda dan Inggris) terdapat dalam masjid Jami' 'Ainul Yaqin Giri bisa dilihat dari bentuk arsitektur yang terletak pada sepasang lampu pada kanan dan kiri, terpasang pada pintu masuk gapura Paduraksa di bagian selatan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mulyanto, NanangUNSPECIFIEDA32207001
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMasyudi, Masyudimasyhudi_adab@yahoo.com2006045901
Subjects: Arsitektur
Masjid
Sejarah Peradaban Islam
Keywords: Masjid Jami'; 'Ainul Yaqin Giri; sejarah arsitektur
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Oct 2019 08:14
Last Modified: 09 Oct 2019 08:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35891

Actions (login required)

View Item View Item