Front Pembela Islam (FPI) Sebuah Gerakan Dakwah Islam di Indonesia 1998-2009

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Anwar, Saeful (2011) Front Pembela Islam (FPI) Sebuah Gerakan Dakwah Islam di Indonesia 1998-2009. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Saeful Anwar_A02207016.pdf

Download (5MB)

Abstract

Skripsi ini adalah hasil Penelitian sejarah dengan judul "Front Pembela Islam (FPI) Sebuah Gerakan Dakwah Islam di Indonesia 1998-2009". penelitian ini adalah untuk menjawab permasalahan bagaimana latar belakang sejarah berdirinya FPI, cara FPI melakukan gerakan dakwah untuk organisasinya, dan gerakan atau aktivitas yang dilakukan FPI pada tahun 1998-2009. Dan untuk menjawab permasalahan tersebut penulis mengunakan pendekatan metode sejarah dan teori pertukaran sosial dari Homans dan Peter Blau. Oleh karena itu, penulis kemudian menggunakan teori ini sebagai pisau analisis guna menjelaskan fenomena gerakan dakwah islam FPL. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa Organisasi yang didirikan oleh sejumlah haba'ib dan ulama' pada 17 Agustus 1998 yaitu Front Pembela Islam, merupakan organisasi dakwah Islam yang muncul pasca Orde Baru yang menginginkan adanya perubahan moral yang terjadi pasca Soeharto lengser dari jabatanya dan berdampak pada kemaksiatan yang terjadi tidak terbendung dan merajalela. Karena Menurut FPI peran negara juga berdampak pada hilangnya tertib hukum di masyarakat. Banyak peraturan pemerintah yang dilanggar oleh masyarakat, termasuk di sini adalah larangan mengenai judi, prostitusi dan kemaksiatan yang lain. Oleh karena pemerintah tidak bersikap tegas terhadap masalah kemaksiatan, sehingga kelompok ini berkewajiban mengambil inisiatif membantu pemerintah memerangi kemaksiatan untuk menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar. yaitu melakukan gerakan dakwah yang dilakukan oleh laskar paramiliternya yakni Laskar Pembela Islam. Rangkaian aksi penutupan klab malam, tempat pelacuran dan tempat­ tempat yang diklaim sebagai tempat maksiat, ancaman terhadap warga negara tertentu, penangkapan (sweeping) terhadap warga negara tertentu dengan cara kekerasan. Sejalan dengan penelitian diatas maka, gerakan-gerakan nahi mungkar yang dilakukan FPI tidak seharusnya mengunakan cara kekerasan dengan menghancurkan dan memporak-porandakan tempat kemaksiatan yang menjadi target operasi mereka. Karena dengan cara tersebut FPI tidak akan menyelesaikan permasalahan moral yang terjadi pada bangsa Indonesia dan gerakan tersebut tidak sama sekali menunjukan bagaimana citra Islam yang sesunguhnya yaitu sebagai agama yang damai rohmatan lilalamin.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Anwar, SaefulUNSPECIFIEDA02207016
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorRokhim, Nurnurrokhim@uinsby.ac.id2007036002
Subjects: Organisasi Masyarakat
Uncontrolled Keywords: Front Pembela Islam (FPI); Gerakan Dakwah Islam
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Oct 2019 06:51
Last Modified: 09 Oct 2019 06:51
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35888

Actions (login required)

View Item View Item