Defragmenting struktur berpikir siswa dalam menyelesaikan soal ujian nasional Matematika berbasis Hots melalui pemunculan skema

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Aisya, Siti (2019) Defragmenting struktur berpikir siswa dalam menyelesaikan soal ujian nasional Matematika berbasis Hots melalui pemunculan skema. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Siti Aisya_D74215070.pdf

Download (5MB)

Abstract

Defragmenting struktur berpikir merupakan salah satu cara untuk menata ulang pikiran ketika melakukan kesalahan dalam proses penyelesaian masalah hingga menghasilkan berpikir yang realistis dengan beberapa proses, yaitu scaffolding, conflict cognitivie, dan disequilibrasi. Saat siswa dapat memberikan jawaban yang benar belum tentu dihasilkan dari prosesi berpikir yang benar dan jawaban salah belum tentu bersumber dari pikiran yang salah, maka siswa mengalami pseudo. Kesalahan berpikir pseudo dapat diperbaiki dengan defragmenting struktur berpikir melalui pemunculan skema. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kesalahan struktur berpikir siswa dan proses defragmenting melalui pemunculan skema dalam menyelesaikan soal Ujian Nasional Matematika berbasis HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek yang digunakan adalah 3 siswa SMP Negeri 55 Surabaya. Teknik pengumpulan data menggunakan soal tes tulis dan wawancara. Teknik analisis data yaitu analisis data tes tulis yang dianalisis berdasarkan indikator berpikir pseudo. Kemudian analisis data hasil wawancara yang dilakukan untuk menganalisis lebih dalam berpikir pseudo dan proses defragmenting melalui pemunculan skema. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu, setiap siswa mengalami berpikir pseudo benar dan salah. Saat siswa dapat menyelesaikan masalah matematika dan memperoleh hasil akhir yang benar, namun tidak dapat memberikan alasan dari hasil akhirnya dikatakan pseudo benar. Sedangkan, jika siswa memberikan hasil akhir yang salah tersebut setelah dilakukan refleksi dapat memberikan hasil akhir yang benar, maka dikatakan pseudo salah. Berpikir pseudo yang dialami siswa dipengaruhi oleh faktor kurangnya pemahaman terhadap materi prasyarat, belajar hafalan, faktor kebiasaan, dan hilangnya tahap kontrol. Proses defragmenting melalui pemunculan skema yang dilakukan melalui scaffolding untuk memunculkan skema berpikir siswa. Conflict cognitive dilakukan untuk menyadarkan kesalahan konsep siswa. Terakhir, disequilibrasi dilakukan melalui pertanyaan-pertanyaan yang mengakibatkan siswa merefleksi jawabannya.
Kata Kunci: Pseudo, defragmenting pemunculan skema, Ujian Nasional, struktur berpikir

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Aisya, SitiSitiaisya35@gmail.comD74215070
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorKusaeri, KusaeriUNSPECIFIED197206071997031001
Thesis advisorSutini, SutiniUNSPECIFIED197701032009122001
Subjects: Matematika
Pemikiran
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Aisya Siti
Date Deposited: 08 Oct 2019 05:40
Last Modified: 08 Oct 2019 05:40
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35840

Actions (login required)

View Item View Item