Asal penciptaan perempuan pertama: perbandingan Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Maraghi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Kamilah, Kamilah (2009) Asal penciptaan perempuan pertama: perbandingan Tafsir Al Munir dan Tafsir Al Maraghi. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Kamilah_E03205021.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penulis mangambil perbandingan dari pemikiran Wahbah Zuhaili dan Ahmad Musthafa Al-Maraghi tentang ayat yang berkaitan dengan asal pendptaan perempmrn pertama, didasari oleh beberapa hal, yaitu keinginan besar penulis untuk mendalami lebih jauh pemikiran atau penafsiran Wahbah dan Al-Maraghi tentang tema tersebut, penulis melihat dari kedua mufassir itu tergolong tafsir modern yang mempunyai corak sama yakni Adah Al-ljtima'i namun mcmpunyai penafsiran yang berbeda tentang ayat tersebut. Pembahasan mengenai asal penciptaan perempuan pertama terjadi perbedaan penafsiran diakibatkan karena dalam memahami istilah-istilah kata yang terdapat dalam ayat-ayat yang berkaitan dengan tema tersebut, mereka melihat dari sudut pandang yang berbeda. Misalnya wahbah dalam mengartikan lafadz nafsin wahidah menggunakan kaidah kebahasaan (balaghah dan bahasanya), sedangkan Al-Maraghi menggunakan makna secara konseptual. Untuk itu dalam penelitian ini tidak lepas dari adanya istilah-istilah mengenai ayat-ayat tentang penciptaan tersebut, diantaranya adalah kata nafs, zauj, dan khalq.Untuk memperoleh hasil penelitian tersebut, peneliti menggunakan metode komparatif (muqarrin) yaitu membandingkan dengan cara mengambil sejumlah ayat Al-Qur'an kemudian mengemukakan penafsiran para ulama tafsir terhadap ayat-ayat itu, serta mengungkapkan pendapat mereka dan membandingkan dari segi kecenderungan dalam menafsirkan Al-Qur'an. Adapun jenis penelitiannya menggunakan penelitian pustaka (library research) dengar. pendekatan deskriptif analitis terhadap data (primer atau sekunder) yang bersifat kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah bahwa asal penciptaan perempuan pertama yang dikenal dengan Hawa. Menurut Wahbah Zuhaili bahwa Hawa itu diciptakan dari tulang rusuk laki-laki, sehingga bisa dikatakan perempuan adalah tercipta dari bagian tubuh laki-laki (Adam), namun bukan berarti hal ini akan merendahkan derajat seorang wanita, karena yang membedakan derajat seseorang baik laki-laki maupun perempuan adalah dari ketakwaannya, ini merupakan bukti kemukjizatan Allah SWT., yang mempunyai sifat berkehendak. Adapun menurut Al­ Maraghi bahwa Hawa adalah tercipLd dari yang sejenis dengan Adam, jika Adam diciptakan dari tanah maka Hawa pun tercipta dari tanah pula. Adapun hikmah dari adanya ayat-ayat tentang penciptaan perempuan pertama dalam Al-Qur'an adalah sebagai bukti kemukjizatan Allah menciptakan manusia dari benda mati ataupun dari bagian tubuh manusia lain, karena itu merupakan sifat Allah yang maha kuasa dan berkehendak. Dan sebaiknya dalam menghadapi seorang wanita tidak boleh dengan kekerasan tetapi dengan cara lemah lembut, karena seorang wanita diibaratkan seperti tulang rusuk, yang apabila dikerasi akan patah, dan jika dibiarkan maka akan tetap bengkok.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Kamilah, Kamilahdigilib@uinsby.ac.idE03205021
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorUmami, KhoirulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Agama dan Ilmu Pengetahuan
Keywords: Asal usul manusia; penciptaan perempuan; perempuan pertama
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Sep 2019 03:30
Last Modified: 09 Sep 2019 03:30
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35622

Actions (login required)

View Item View Item