Representasi keadilan pembagian waris bagi laki-laki dan perempuan dalam tinjauan hadis

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Putra, Gemilang (2010) Representasi keadilan pembagian waris bagi laki-laki dan perempuan dalam tinjauan hadis. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Gemilang Putra_E63207010.pdf

Download (4MB)

Abstract

Mengetahui otentisitas hadis memang berbeda dengan Al-Qur'an, karena pembukuan hadis baru dilakukan sekitar abad ketiga hijriyah. Rentang waktu hampir 200 tahun itu cukup memberi peluang bagi kemungkinan terjadinya keragaman teks. Dengan melihat latar historis yang seperti inilah penelitian hadis masih perlu dilakukan untuk memenuhi khaz.anah intelektualitas Muslim dalam memahami landasan suatu problematika dengan melalui pemahaman pada Al-Sunnah. Salah satu hadis yang perlu untuk dikaji terutama pada sisi kehu.ijahan dan substansinya adalah hadis tentang takaran pembagian waris bagi laki-laki dan perempuan yang diperselisihkan saat ini karena menggunakan fonnulasi 2:1 seperti tercantum dalam kitab Shahih Bukhari Nomor Indeks 2542 dan 4212. Secara nonnatif agama Islam telah menegaskan adanya kesetaraan antara laki­ laki dan perempuan, namun secara tekstual juga menyatakan adanya kelebihan­ kelebihan yang dimiliki oleh kaum laki-laki atas kaum perempuan seperti dalam pembagian harta warisan. Laki-laki mendapatkan bagian yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian yang diterima oleh kaum perempuan. Di sini nampak jelas terlihat adanya kesetaraan gender menjadi sebuah pertanyaan besar terutama dalam sistem pembagian warisan menurut hukum Islam yaitu komposisi pembagian 2:1 (dua berbanding satu). Untuk penelitian tersebut, maka didapatkan rumusan masalah sebagai berikut: 1). Apakah yang dimaksud dengan keadilan dalam waris; 2). Bagaimanakah kehu.ijahan hadis nabi dalam menentukan keadilan pembagian waris bagi laki-laki dan perempuan; 3). Bagaimanakah konsep pemaknaan kontekstual keadilan keadilan pembagian waris bagi laki-laki dan perempuan yang sesuai dengan kondisi masa kini. Dari proses penelitian, didapatkan basil bahwa status hadis riwayat Al Bukhari pada tema ini adalah Shahih, sehingga dengan status tersebut hadis tersebut layak untuk dijadikan da1µ1dasar dalam kehidupan sosial di masa sekarang. Dari pada hanya alasan-alasan yang didasarkan pada hal filosofi semata. Lebih kuat jika subtansi hadis dapat diimplementasikan di masa sekarang khususnya dalam menentukan pembagian waris bagi laki-Iaki dan perempuan. Dalam pengkajian makna substansi hadis, ditemukan bahwa pembagian waris 2:1 bagi laki-laki dan perempuan di sini maksudnya adalah keseimbangan, sehingga wilayah pembahasan hadis ini meliputi hal tanggung jawab masing-masing. Selain hadis riwayat Imam Al Bukhari, ada satu hadis lain yang didalamnya berisi tentang asbab al nuzul dari Ayat Al Quran surat Al Nisa (4): 11, yakni hadis riwayat Imam Muslim dan At Turmudzi. Dari tiga hadis tersebut, disimpulkan bahwa pembagian 2:1 bagi Iaki-laki dan perempuan merupakan hal yang mutlak dan tidak dapat di ubah. Tapi, teknis pembagiannya dapat di siasati selama tidak bertentangan dengan hal-hal lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Putra, Gemilangdigilib@uinsby.ac.idE63207010
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorSaifullah, SaifullahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Ahli Waris
Waris
Uncontrolled Keywords: Keadilan; Waris; Laki-Iaki dan Perempuan; Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 03 Sep 2019 01:49
Last Modified: 03 Sep 2019 01:49
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35589

Actions (login required)

View Item View Item