Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 terhadap Jual Beli Kopi Berhadiah di Warung Kopi wilayah Kelurahan Bulak Banteng Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faisol, M. (2019) Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 terhadap Jual Beli Kopi Berhadiah di Warung Kopi wilayah Kelurahan Bulak Banteng Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
M. Faisol_C92215167.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Tinjauan Hukum Islam dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Terhadap Jual Beli Kopi Berhadiah di Warung Kopi wilayah Kelurahan Bulak Banteng Surabaya” ini merupakan penelitian yang menjawab dua rumusan masalah; bagaimana praktik jual beli kopi berhadiah di warung kopi yang ada di Kelurahan Bulak Banteng Lor Surabaya dan bagaimana tinjauan hukum Islam dan UU No 8 Tahun 1999\ terhadap praktik jual beli kopi berhadiah di warung kopi yang ada di Kelurahan Bulak Banteng Data penelitian dihimpun melalui wawancara, observasi dan dokumentasi dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif analitis dengan pola pikir deduktif, yaitu teknik analisa dengan cara menggambarkan data apa adanya, dalam hal ini tentang jual beli kopi berhadiah dari warung kopi wilayah Kelurahan Bulak Banteng Surabaya dan kemudian dianalisis dengan menggunakan tinjuan hukum Islam dan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 untuk kemudian ditarik suatu kesimpulan. Hasil penelitian menyatakan dua hal bahwa : pertama, praktik jual beli kopi sachet di Kelurahan Bulak Banteng Surabaya, tidak terdapat keterbukaan dari pihak pemilik warung dengan tidak memberitahukan kepada pihak pembeli bahwasannya terdapat hadiah di dalam kopi sachet yang dibeli tersebut. Pihak pembeli juga tidak menanyakan hal itu karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya dari pihak penjual sehingga hadiah yang terdapat pada sachet kopi tersebut dimiliki oleh penjual; kedua, praktik jual beli kopi sachet tidak sesuai hukum Islam karena mengandung unsur jual beli yang dilarang, yaitu hak pembeli atas sachet kopi tersebut tidak diberitahukan oleh penjual. Ketidakterbukaan penjual dalam melakukan transaksi jual beli sachet kopi juga bertentangan dengan pasal 4 huruf (b) dan (c) Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, sehingga dapat merugikan pembeli karena hadiah yang tidak diberikan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada pihak penjual dan pembeli disarankan: pertama, penjual seharusnya dapat memberikan informasi secara keseluruhan mengenai produk yang dijual dan lebih mengutamakan konsumen daripada mementingkan untuk memperoleh keuntungan sebanyak-banyaknya dengan cara yang tidak jujur; kedua, pembeli hendaknya lebih teliti dan kritis dalam membeli produk yang dibelinya dan menanyakan produk yang dibeli apabila di dalamnya terdapat hadiah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faisol, M.fais.shol1404@gmail.comC92215167
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorIdri, IdriUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli > Jual Beli
Keywords: Jual Beli Kopi Berhadiah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Faisol M.
Date Deposited: 27 Aug 2019 04:26
Last Modified: 27 Aug 2019 04:26
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35527

Actions (login required)

View Item View Item