Analisis Fiqh Siyasah tentang kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan potensi wisata lokal

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Zainurroziqin, Muhammad (2019) Analisis Fiqh Siyasah tentang kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan potensi wisata lokal. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Zainurroziqin_C95214051.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul “Analisis Fiqh Siyāsah Tentang Kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam Meningkatkan Potensi Wisata Lokal” ditulis untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan potensi wisata lokal dan bagaimana analisis fiqh siyāsah tentang kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan potensi wisata lokal. Penelitian yang dilaksanakan ini termasuk penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode penelitian hukum empiris yang didapat melalui pengumpulan data, diantaranya dokumentasi, wawancara dan observasi. Analisis yang digunakan yaitu deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama; Kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo dalam meningkatkan potensi wisata lokal dilakukan dengan cara membuat pokok sembilan peraturan yang berkaitan dengan oprasional wisata bersama dengan aparatur desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis), meretribusikan dana pengelolaaan wisata ke desa dan melakukan pembinaan atas kerja sama dengan Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Probolinggo berupa sosialisasi serta pemahaman dan pelatihan terkait tata cara pengelolaan wisata yang baik dan benar; kedua; Kewenangan Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo telah sesuai dengan fiqh siyāsah, khususnya siyasah dustūrīyah karena kepala desa sebagai imāmah (pemimpin) telah membuat sembilan pokok peraturan guna menciptakan kemaslahatan bagi masyarakatnya dan juga sesuai dengan siyāsah māliyah karena kepala desa telah melakukan retribusi dana ke desa dari hasil pemanfaatan serta pengelolaan wisata kemudian dialokasikan untuk kepentingan masyarakat umum yang dulunya dikenal dengan konsep baitulmal. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka: Kepala Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo hendaknya lebih intens mengadakan suatu pelatihan-pelatihan untuk mengasah keterampilan pengelola dan para pemandu wisata; Pengelola wisata hendaknya lebih mentaati sembilan pokok peraturan tersebut demi keberlangsungan pariwisata yang ada di Gili Ketapang kedepannya; dan Masyarakat harus lebih aktif lagi terlibat dalam menjaga dan menjadi controling dari kegiatan wisata agar keutuhan nilai-nilai dan norma yang ada di Desa Gili Ketapang tetap terjaga dengan baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Zainurroziqin, MuhammadZairozmili@gmail.comC95214051
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMakinuddin, MakinuddinUNSPECIFIED195711101996031001
Subjects: Fikih > Fikih Siyasah
Lalu Lintas > Undang-undang dan peraturan
Potensi
Keywords: Meningkatkan potensi wisata lokal
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Tata Negara Islam
Depositing User: Zainurroziqin Muhammad
Date Deposited: 16 Aug 2019 06:45
Last Modified: 16 Aug 2019 06:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/35279

Actions (login required)

View Item View Item