FASHION, JILBAB ANTARA RELIGIUSITAS DAN KAPITALISME : STUDI KASUS PADA HIJABERS SURABAYA

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sholichah, Choirul Chamdiyatus (2014) FASHION, JILBAB ANTARA RELIGIUSITAS DAN KAPITALISME : STUDI KASUS PADA HIJABERS SURABAYA. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (6MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (146kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar isi.pdf

Download (90kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (219kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (294kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (740kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (92kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar pustaka.pdf

Download (211kB) | Preview

Abstract

Hijabers Surabaya merupakan komunitas wanita berjilbab yang menjadi kiblat fashion muslimah muda. Mereka terus menerus menciptakan jilbab dengan mode terbaru. Jilbab karya Hijabers Surabaya umumnya dibandrol dengan harga yang cukup mahal. Keadaan ini memunculkan keingintahuan peneliti. Bagaimanakah Hijabers Surabaya menampilkan gaya hidup mereka. Serta bagaimanakah relevansi antara fashion, jilbab dan kapitalisme dalam Hijabers Surabaya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Metode penelitian Kualitatif ini dipilih agar diperoleh data penelitian yang bersifat mendalam dan menyeluruh mengenai gaya hidup Hijabers Surabaya serta relevansi antara fashion, jilbab dengan kapitalisme pada Hijabers Surabaya. Data yang diperoleh kemudian di sajikan secara deskriptif kemudian di analisis dengan teori konstruksi sosial yang di cetuskan oleh Peter L. Berger.
Hasil penelitian ini ditemukan bahwa para wanita muslim yang bergabung di dalam Hijabers Surabaya menunjukkan gaya hidup religius namun tidak meninggalkan gaya hidup modern. Makna modern terlihat dari masuknya unsur fashion dalam jilbab yang memiliki prinsip up to date. Mereka mengkonstruksi jilbab menjadi pakaian penutup aurat yang dapat disesuaikan dengan perkembangan fashion. Pernyataan ini, senada dengan teori konstruksi sosial yang dicetuskan oleh Peter L. Berger. Konstruksi sosial merupakan proses sosial melalui tindakan dan interaksi di mana individu menciptakan secara terus menerus suatu realitas yang dimiliki dan dialami secara subyektif. Lebih jauh terlihat fashion dan jilbab yang ditampilkan oleh para Hijabers Surabaya dikonstruksi sebagai media bersyi’ar untuk mengajak wanita muslim menggunakan jilbab. Akan tetapi mereka memiliki program yang juga menghasilkan keuntungan financial. Populernya jilbab oleh Hijabers Surabaya berimplikasi pada wacana perekonomian para anggota yang memiliki lebel fashion terikat adanya karakteristik kapitalisme di dalam perdagangan jilbab dan busana lainnya yang mereka lakukan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Wahidah Zein Br. Siregar
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sholichah, Choirul ChamdiyatusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Sosiologi
Keywords: Fashion; Jilbab; Religiusitas; Kapitalisme
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 06 Feb 2015 08:03
Last Modified: 06 Feb 2015 08:03
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/348

Actions (login required)

View Item View Item