Kebijakan Pendidikan Multikultural SMAN 1 Kandangan

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fatma, Nina (2019) Kebijakan Pendidikan Multikultural SMAN 1 Kandangan. Undergraduate thesis, UIN SUNAN AMPEL SURABAYA.

[img] Text
NINA FATMA_E02215019.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul kebijakan pendidikan multikultural SMAN 1 Kandangan. Ini menjelaskan tentang kebijakan, implementasi dan implikasi yang terjadi di dalam kebijakan pendidikan multikultural di SMAN 1 Kandangan. Penelitian kualitatif ini berisikan tentang apa itu multikultural, pentingnya pendidikan multikultural dan juga tentang kebijakan sekolah tentang multikultural.multikultural adalah sebuah kultur. Kebijakan merupakan sebuah dasar, pondas, aturan untuk sebuah kegiatan yang terjadi dan harus dipatuhi oleh setiap orang. Pendidikan multikutural sendiri yaitu sebuah pelajaran yang mengajarkan tentang pentingnya sebuah toleransi dan saling menghormati siapapun tanpa harus memandang dia dari suku, etnis, agama, atau ras. Sehingga semua orang mendapatkan haknya untuk tidak mendapatkan diskriminasi dari seseorang. Penelitian kulitatif ini akan membahas bahwa pendidikan ini penting di terapkan di sekolah negeri yang mana disanalah adanya multikultural. Seperti contohnya SMAN 1 Kandagan, dikarenakan disana terdapat 4 agama yang berbeda, seperti Katholik, Islam, Kristen dan Hindu. Tak hanya agama yang berbeda melainkan ada siswa yang memiliki ras dan suku yang berbeda hidup secara berdampingan. Untuk konsep pendidikan multikultural, sesuai pada undang-undang guru dan dosen secara tegas dalam pasal 20c dinyatakan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalan, guru berkewajiban “bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran”. Sehingga diperuntukan untuk setiap sekolahan harus menerapkan pendidikan multikultural. Sesuai dengan peraturan yang diterapkan oleh dinas pendidikan telah menerapkan kebijakan tersebut secara tertulis. Sedangkan yang terjadi di SMAN 1 Kandangan ini secara implementasinya hanya sebagian yang telah terlaksana dengan baik. Dalam hal sarana dan prasaranya untuk agama yang berjumlah lebih sedikit kurang baik. Siswa diberikan tempat pembelajaran yang memang setara sesuai dengan jumlah siswa. Hanya saja untuk pembangunan tempat peribadatan belum mendapatkan ijin. Sehingga menimbulkan implikasi untuk siswa minoritas yang ada disana. Yang mana siswa minoritas membuat petisi untuk diberikan tempat khusus untuk pembelajaran keagamaan atau mungkin prakteknya. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa pendidikan multikultur itu penting di ajarkan dari dasar sehingga tidak terjadi sebuah diskriminasi. Sehingga memberikan sikap sadar terhadap pentingnya multikulturlisme dan pemenuhan hak yang seharusnya didapatkan siswa. Itu belum benar-benar terwujud di SMAN 1 Kandangan yang mana disana masih belum adanya pemenuhan spesifikasi untuk anak minoritas untuk disetarakan. Namun untuk sikap toleransi yang bersifat pluralisme sudah terwujud dengan baik. Siswa memiliki sikap toleran yang baik antar sesama tanpa harus membeda-bedakan. Tak hanya itu sikap siswa tidak adanya diskriminasi yang telah terjadi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fatma, NinaNinafatma77@gmail.comE02215019
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorHamdi, Ahmad zainulahmadinung@uinsby.ac.id197205182000031001
Thesis advisorNasruddin, Nasruddinnasruddin@uinsby.ac.id197308032009011005
Subjects: Budaya - Agama
Kebudayaan
Keywords: kebijakan; multikulturan; pendidikan
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Fatma Nina
Date Deposited: 12 Aug 2019 06:15
Last Modified: 12 Aug 2019 06:15
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/34682

Actions (login required)

View Item View Item