Pesan moral film yowis ben (Analisis Semiotika Roland Barthes)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nugroho, Dyan (2019) Pesan moral film yowis ben (Analisis Semiotika Roland Barthes). Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Dyan Nugroho_B76213061 (watermark).pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam penelitian ini, peneliti memilih film sebagai subjek penelitian. Film merupakan media yang lengkap untuk menyampaikan pesan, karena dilengkapi dengan audio dan visual yang membuat pendengarnya mudah mengerti dan memahami isi dari film tersebut. Film Yowis Ben merupakan film yang bergenre drama komedi tentang pencarian jati diri para remaja yang di sutradarai oleh Bayu Skak dan Fajar Nugros. Tidak hanya cerita komediannya yang menarik, film ini juga mempunyai sisi positif dan pesan-pesan moral. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pesan moral yang disampaikan dalam film Yowis Ben berdasarkan analisis semiotik Roland Barthes? Untuk menjabarkan rumusan masalah tersebut secara mendalam, maka penelitian ini menggunakan metode analisis semiotika model Roland Barthes dengan pendekatan paradigma kritisi dan menggunakan teori Deontologi Immanuel Kant. Tujuannya untuk mendeskripsikan pesan moral yang disampaikan dalam film Yowis Ben. Penelitian ini menemukan temuan-temuan pesan moral berdasarkan analisis semiotika Roland Barthes, yaitu Penanda dan petanda denotatif atau signifikasi tahapan pertama dan makna konotatif atau signifikasi tahapan kedua. Pada signifikasi tahapan pertama, yaitu pertama, seorang anak yang berbakti kepada orang tua dengan membantu berjualan pecel disekolah. Kedua, seorang anak yang menunaikan Ibadah wajib yaitu shalat. Ketiga, pentingnya pendidikan untuk anak dengan cara belajar bersungguh-sungguh dan bisa menghargai waktu. Pada signifikasi tahapan kedua, yaitu pertama, sebagai seorang anak tentunya wajib berbakti kepada orang tua karena orang tualah yang selalu merawat kita dari kecil dan kita tidak boleh melupakan jasa-jasa orang tua. Kedua, sebagai seorang muslim harus melakukan kewajiban yang paling utama, yaitu menunaikan Ibadah Sholat, terutama yang sudah baligh (dewasa). Karena Allah begitu dekat kepada orang-orang yang beribadah kepada-Nya. Ketiga, Sebagai seorang siswa harus bisa menghargai waktu dan belajar sungguh-sungguh. Siswa juga harus disiplin, diharuskan untuk mematuhi peraturan dan tata tertib yang ada di sekolah. Sekolah memiliki tata tertib yang harus ditaati, tentunya agar siswa bisa menjadi lebih baik dan rajin. Pendidikan juga mengajarkan anak untuk mewujudkan kualitas diri dan potensi yang baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nugroho, Dyanheydyan31@gmail.comB76213061
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorMudjiono, YoyonUNSPECIFIED195409071982031003
Subjects: Ilmu Komunikasi
Film
Keywords: Pesan Moral ; Film ; Analisis Semiotika
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Nugroho Dyan
Date Deposited: 09 Aug 2019 07:16
Last Modified: 09 Aug 2019 07:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/34457

Actions (login required)

View Item View Item