Makna Nafs Muthmainnah dalam Surah Al Fajr Ayat 27: Studi Komparasi Muhammad Abduh dan Buya Hamka

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Safitri, Dyah Muthmainnah (2019) Makna Nafs Muthmainnah dalam Surah Al Fajr Ayat 27: Studi Komparasi Muhammad Abduh dan Buya Hamka. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Dyah Muthmainnah Safitri_E03215014.pdf

Download (2MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pendapat dua mufasir yakni Muhammad Abduh dan Buya Hamka dalam menafsirkan QS. al-Fajr ayat 27 mengenai nafs muthmainnah. Dari pendapat kedua mufasir tersebut, terdapat persamaan dan perbedaan penafsiran, dam diantara keduanya yang di jadikan tujuan pembahasan pada penelitian ini. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan melalui pendekatan metode muqa>rran (perbandingan), dengan membandingkan antara penafsiran Muhammad Abduh dan Buya Hamka. Setelah itu dideskripsikan perbedaan dan persamaan penafsiran antara kedua mufasir tersebut. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi dengan mengumpulkan berbagai macam buku, artikel, jurnal, maupun dokumen yang berkaitan dengan penelitian ini. Terdapat dua data, yakni data primer dan sekunder yang kemudian dari kedua data tersebut akan dianalisa menggunakan teknik penulisan deskriptif dan memberikan kesimpulan terhadap apa yang telah diteliti. Hasil penelitian ini adalah menemukan persamaan dan perbedaan antara kedua mufasir Muhammad Abduh dan Buya Hamka, baik dari metode maupun penafsirannya. Perbedaan kedua mufasir disebabkan karena latar belakang keilmuan, lingkungan tempatnya tinggal para mufasir. Mengenai makna nafs muthmainnah dalam surah al-Fajr ayat 27 ini, Muhammad Abduh dalam tafsirnya memaknai kata nafs muthmainnah dengan menggambarkan seperti orang dermawan yang selalu bersyukur dengan apa yang telah dimilikinya, yang selalu membelanjakan hartanya untuk orang yang lebih mmebutuhkan. Berbeda dengan penafsiran Buya Hamka,yang dalam tafsirnya, Ia memaknai kata nafs muthmainnah sebagai tingkat ketenangan jiwa yang paling tinggi yang diperoleh melalui berbagai macam rintangan dan cobaan sehingga dalam dirinya tidak ada ketakutan apapun karena merasa sangat deat dengan Allah SWT.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Safitri, Dyah Muthmainnahdyhsafitri10@gmail.comE03215014
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorFaruq, UmarUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorPurwanto, PurwantoUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Safitri Dyah Muthmainnah
Date Deposited: 12 Aug 2019 02:23
Last Modified: 12 Aug 2019 02:23
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/34170

Actions (login required)

View Item View Item