Tinjauan hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI nomor 92 tahun 2014 terhadap praktik produk amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Nur, Fitriyah Sari (2019) Tinjauan hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI nomor 92 tahun 2014 terhadap praktik produk amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Nur Fitriyah Sari_C92215177.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini yang berjudul “Tinjauan Hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI Nomor 92 Tahun 2014 Terhadap Praktik Produk Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya” adalah hasil penelitian lapangan (field research) untuk menjawab pertanyaan dari rumusan masalah: Bagaimana mekanisme praktik Produk Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya? dan Bagaimana tinjauan Hukum Islam dan Fatwa DSN-MUI Nomor 92 Tahun 2014 terhadap Praktik Produk Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya? Data penelitian diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil pengumpulan data tersebut kemudian dianalisis secara kualitatif dengan pola pikir deduktif, yaitu menggunakan pola pikir yang berpijak pada data dan fakta yang ada untuk memecahkan rumusan masalah terkait Produk Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: pertama, mekanisme praktik Produk Amanah di Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya menggunakan akad mura>bah}ah pada transaksi jual beli dan rahn tasjily. Nasabah menyerahkan BPKB kepada Pegadaian Syariah sebagai barang jaminan untuk melakukan pembiayaan dengan Produk Amanah dari transaksi mura>bah}ah dan sebagai marhu>n dalam rahn. Sehingga ujrah dalam Produk Amanah, selain diambil dari uang muka, dan biaya mu’nah (pemeliharaan), terdapat pula ujrah transaksi yang diambil dari biaya administrasi 1% dari pengajuan pembiayaan, tarif ija>rah 1% untuk angsuran, dan biaya lain-lain seperti biaya materai dan asuransi. Kedua, Akad yang pertama yaitu mura>bah}ah, dalam transaksi ini Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya menggambil keuntungan dari jual-beli. Dari jual beli tersebut Pegadaian Syariah menetapkan adanya barang jaminan dan mengambil biaya mu’nah atas jasa pemeliharaan. Sehingga akad mura>bah}ah dan rahn merupakan satu kesatuaan meskipun adanya dua ujrah dalam satu transksi dengan dua akad yang berbeda yaitu mura>bah}ah dan rahn. Penjabaran uraian tersebut adanya kesesuaian antara praktik dilapangan dengan Fatwa DSN-MUI Nomor 92/DSN-MUI/IV/2014 tentang Pembiayaan Yang Disertai Rahn (al-Tamwil al-Mauthuq bi al-rahn). Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya disarankan agar lebih giat mempromosikan produk Amanah untuk membantu karyawan internal, eksternal maupun professional dan pengusaha mikro memperoleh kendaraan pribadi dengan cara mengangsur dan angsuran yang relative murah. Dan diharapkan Pegadaian Syariah Cabang Blauran Surabaya dapat berperan aktif untuk memberitahu nasabah terkait barang jaminan dan yang ditetapkan dalam pembiayaan di awal transaksi.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Nur, Fitriyah Sarisarifitriyah328@gmail.comC92215177
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorMoch., Zainul Arifinzainularifin231@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi Islam
Hukum Islam
Hukum > Hukum Perdata Islam
Hukum Ekonomi
Uncontrolled Keywords: Produk Amanah
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Sari Nur Fitriyah
Date Deposited: 14 Aug 2019 01:41
Last Modified: 14 Aug 2019 01:41
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/34165

Actions (login required)

View Item View Item