Penafsiran makna naum perspektif Ibnu Ajibah dalam Tafsir Al Bahrul Madid Di Tafsiril Qur'ani Majid

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Marpu'ah, Lilik (2019) Penafsiran makna naum perspektif Ibnu Ajibah dalam Tafsir Al Bahrul Madid Di Tafsiril Qur'ani Majid. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lilik Marpu'ah_E93215115.pdf

Download (2MB)

Abstract

Ada dua hal yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu 1) penafsiran makna naum menurut Ibnu Ajibah. 2) Konseptualisasi naum dalam perspektif Ibnu Ajibah Penulis memilih tema ini, karena dirasa menarik dan sangat penting. biasanya tidur yang dianggap hal yang sangat remeh oleh manusia pada umumnya, tapi kali ini penulis akan mengupas makna tidur dilihat dari prespektif sufi. Dari hal tersebut permasalahan yang menarik dalam penelitian ini diangkat dengan bertujuan mengetahui konsep atau gambaran-gambaran makna tidur,. Dalam hal ini memepersoalkan tentang bagaimana penafsiran makna Naum yang dimaksud dalam pandangan Sufi dan seperti apa konsepNaum menurut Ibnu Ajibah. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian pustaka(library reseasrch), yaitu penelitian yang menitikberatkan pada literatur dengan cara menganalisis muatan dari isi literatur yang terkait dengan penelitian baik dari sumber data primer dan data sekunder. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa makna Naum dalam penafsiran Ibnu Ajibahadalah tidur yang tidak hanya menjadi sebuah kebutuhan biologis, tidak hanya sekedar memjamkan mata, tidak hanya menjadi sebauh aktifitas yang biasa. Tetapi gambaran tidur dalam pandangan sufi merupakan istirahat bersama kepada Allah atau berkhalwat. dan mereka akan ditanyakan tentang penerimaan taubat dan dikabulknya do’a dan diampuninya dosa. maka tidurnya manusia pada malam hari Allah turun di langit dunia dan tidur adalah rahmat bagi mereka. Dan konseptualisasi naum dari Ibnu Ajibah adalah, sebagian sufi mampu menjadikan tidur sebagai dzikir. Tapi, hatinya tetap terjaga dan sadar bahwa dia sedang bertawajjuh kepada Allah. Namun bagi salik, memperbanyak tidur dan tidak berdzikir justru hanya menimbulkan sifat malas, serta dapat melalaikanya dari amalan-amalan sunah di malam hari, seperti shalat dan dzikir.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Marpu'ah, Liliklilikmarpuah97@gmail.comE93215115
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorBakar, AbuUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorIwanebel, Fedjrian YazdajirdUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Marpuah Lilik
Date Deposited: 08 Aug 2019 02:19
Last Modified: 08 Aug 2019 02:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/33914

Actions (login required)

View Item View Item