Konsep Konservasi Alam dalam Hadis Nabi, Kajian Ma’anil Hadis Sahih Bukhari Nomor Indeks 2370

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Alamin, Muhammad Nur (2019) Konsep Konservasi Alam dalam Hadis Nabi, Kajian Ma’anil Hadis Sahih Bukhari Nomor Indeks 2370. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Nur Alamin_E95215067.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini berawal dari kegelisahan penulis terhadap isu lingkungan yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Eksploitasi terhadap sumber daya alam mengakibatkan berbagai permasalahan lingkungan. Penambangan yang tidak mengedepankan aspek lingkungan berdampak kepada permasalahan lingkungan di daerah tambang. Hal ini tentu membutuhkan sebuah solusi untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk adanya aktivitas tambang. Konsep konservasi menjadi sebuah tawaran yang pantas untuk mengembalikan fungsi asli dari lahan tambang tersebut. Konservasi merupakan sebuah usaha pelestarian lingkungan yang berbentuk perlindungan in-situ dan ex-situ. Islam telah memberikan pelajaran tentang hal tersebut yaitu pentingnya menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem alam yang pernah dipraktikkan oleh Nabi SAW dan dijelaskan dalam sebuah hadis. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana kualitas hadis tentang konservasi alam? 2) Bagaimana kehujjahan hadis tentang konservasi alam? Dan 3) Bagaimana pemahaman hadis konservasi alam? Dalam menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan model penelitian kualitatif, yang mana dalam penyajiannya menggunakan dokumentasi. Penelitian ini berobjek pada lafal Hima yang termuat dalam hadis Sahih al-Bukhari No. Indeks 2370 tentang konservasi Alam. Pengumpulan data dilakukan dengan kepustakaan yakni berupa buku tafsir, buku-buku konservasi. Kutub al-sittah, dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini, yaitu: Pertama, kualitas hadis tentang konservasi riwayat al-Bukhari no. indeks 2370 bernilai Sahih li dhatihi. Kedua, hadis ini bernilai hujjah. Ketiga, pemaknaan lafal Hima berdasarkan pendekatan sosio-historis yaitu bermakna daerah larangan. Dalam konteks pada masa munculnya hadis ini daerah larangan yang dimaksud adalah daerah yang dilarang diperuntukkan sendiri akan tetapi digunakan untuk umum. Sedangkan dalam konteks sekarang daerah larangan yang dimaksud adalah daerah yang tidak boleh dirusak, dieksploitasi secara liar karena daerah tersebut telah dipergunakan sebagai tempat pelestarian dan pemeliharaan sumber daya alam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Alamin, Muhammad Nurmuhammadnuralamin5@gmail.comE95215067
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorArifin, ZainulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorSucipto, Mohammad Hadihadi_hz@uinsby.ac.idUNSPECIFIED
Subjects: Lingkungan Hidup
Bahan Pustaka > Pelestarian
Pelestarian
Uncontrolled Keywords: Imam al-Bukhari; Konservasi alam.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Alamin Muhammad Nur
Date Deposited: 08 Aug 2019 04:57
Last Modified: 08 Aug 2019 04:57
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/33848

Actions (login required)

View Item View Item