Pemahaman Hadis Tentang Waktu Salat Witir Dalam Riwayat Imam Abi Dawud No Indeks 1437

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fathi, Muhammad (2019) Pemahaman Hadis Tentang Waktu Salat Witir Dalam Riwayat Imam Abi Dawud No Indeks 1437. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Fathi_E95214032.pdf

Download (4MB)

Abstract

Kitab Sunan Abi Dawud merupakan salah satu kitab hadis dalam jajaran kutub al-sittah. Kalangan Muhaddithin menyebut Sunanal-Tirmidhi, Sunan Abi Dawud, Sunan al-Nasa’i, Sunan Ibn Majah dengan al-Sunan al-Arba‘ah (empat sunan). Kitab Sunan Abi Dawud ini mengutamakan dalam masalah Hukum. disamping memuat hadis hukum, juga mencantumkan hadis mengenai amalan yang terpuji (fadailul amal), kisah-kisah, nasihat, adab dan tafsir. Cara seperti itu masih terus berlangsung sampai periode Abu Dawud. Maka Abu Dawud menyusun kitab yang khusus memuat sunah dan hadis hukum. Islam merupakan agama yang sempurna yang ditandai dengan kelengkapan ajarannya, termasuk di dalamnya mengenai ibadah salat. Banyak ayat Alquran dan hadis Nabi menjelaskan tentang tatacara salat. Salah satunya adalah hadis riwayat Abi Dawud no Indeks 1437 yang membahas tentang waktu melaksanakan salat sunnah witir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas hadis dalam sunan Abi Dawud no Indeks 1437, serta menjelaskan pemahaman hadis tentang salat witir. Penelitian ini bersifat kepustakaan (library research). Untuk mewujudkan tujuan tersebut, penulis mengumpulkan data hadis dengan cara takhrij yang diperoleh dari kitab Al-Mu’jam Al Mufahras li al-Faz al-Hadith al-Nabawi dan kitab penunjang lain. Kemudian dilakukan analisa dengan melakukan langkah-langkah kritik sanad dan matan terhadap hadis yang diteliti dengan melakukan i`tibar dengan mengumpulkan sanad-sanad dari jalur yang lain agar diketahui muttabi` dan syahid-nya. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hadis tersebut berkualitas sahih, karena dalam segi sanad dan matannya berstatus sahih, dan hadis tersebut dapat dijadikan hujjah. Pemaknaan dari hadis di atas adalah Shalat witir dikerjakan antara shalat Isya sampai terbitnya fajar (masuknya waktu subuh), shalat ini adalah penutup shalat malam, dan hukumnya sunnah Muakkad. Witir akan membuat seseorang menjadi kaya secara bathin. Karena kekayaan lahir seseorang akan hampa dan kering ketika jiwanya miskin dan kerdil. Shalat witir mengajarkan untuk kuat secara spiritual. Hal ini karena shalat witir akan membuat kita kepada mengingat Allah di waktu siang dan malam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fathi, Muhammadfathbahreisy848@gmail.comE95214032
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorSucipto, Mohammad Hadihadi_hz@uinsby.ac.id197503102003121003
Thesis advisorHasan, Muzayyanah MutashimUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Salat > Salat Sunat
Salat
Hadis
Uncontrolled Keywords: Salat; Witir; Sunan Abi Dawud
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Fathi Muhammad
Date Deposited: 14 Aug 2019 05:48
Last Modified: 14 Aug 2019 05:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/33748

Actions (login required)

View Item View Item