Pembacaan QS Al Ikhlas 100.000 kali dalam ritual kematian menurut Mufasir: studi korelatif antara tafsir dan budaya masyarakat

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Himam, Ahmad Dzanil (2019) Pembacaan QS Al Ikhlas 100.000 kali dalam ritual kematian menurut Mufasir: studi korelatif antara tafsir dan budaya masyarakat. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahmad Dzanil Himam_E93215057.pdf

Download (2MB)

Abstract

Arah tujuan penelitian yang diharapkan dari peneliti ini adalah mampu memaparkan tradisi pembacaan surah Al Ikhlas sebanyak 100.000 kali dalam ritual kematian yang ada di Kelurahan Botoran Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilaksanakan selama tujuh hari setelah kematian si mayit. Proses pendalaman dengan menjelaskan kepada ruang publik terkait dzkir fida’, sebagai salah satu warisan tradisi budaya dan sebagai bentuk bukti bahwa Alquran bagaikan zamrud yang indah dipandang dari berbagai sisinya. Usaha untuk memperluas khasanah keilmuan khususnya dalam bidang Ilmu Alquran tafsir dengan menggunakan metode pendekatan praktis dalam masyarakat. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (field reserch), dan metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Dalam proses pengumpulan data peneliti menggunakan tiga metode, yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Yang mana dalam skripsi ini menggunakan analisis deskriptif analitif dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian dalam tulisan ini menunjukkan bahwa pertama, praktik pembacaan surah Al Ikhlas 100.000 kali bisa dilaksanakan dengan berjamaah yang biasanya dilakukan setelah warga Kelurahan Botoran meninggal dunia selama tujuh hari, namun juga bisa dikerjakan sendiri dengan cara mencicil selama semasa hidupnya. Kedua pembacaan surah Al Ikhlas 100.000 kali secara berjamaah dilakukan dengan membaca 100 kali bacaan Al Ikhlas untuk satu buah biji jagung, dan dikumpulkan di wadah yang bertuliskan isi. Adapun terkait dengan pembacaan surah Al Ikhlas 100.000 kali dalam ritual kematian di Kelurahan Botoran Tulungagung , jika dilihat dengan menggunakan teori sosial tindakan Max Weber, yang mana ada empat macam tindakan yaitu tindakan rasional instrumental, tindakan rasional nilai, tindakan tradisional dan tradisional afektif. Namun hasil dari proses analisis tersebut menunjukakan bahwa tradisi pembacaan surah Al Ikhla<s ini cenderung masuk dalam tindakan rasionalitas nilai dan tindakan tradisional, dimana masyarakat melakukan tradisi pembacaan surah Al Ikhla<s ini berdasarkan keinginan agar diri setiap pembaca dan yang dibacakan bisa terhidar dari fitnah kubur dan api neraka kelak di akhirat. Ini salah satu bukti merupakan tindakan yang berrasionalkan atas nilai pengharapan keselamatan semata. Adapula tradisi ini terselenggara juga karena meneruskan tradisi yang dahulu dikerjakan oleh orang tua terdahulu, ini menunjukkan betapa tindakan ini dipengaruhi atas perilaku yang tradisional.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Himam, Ahmad Dzanilahmaddzanilhimam@gmail.comE93215057
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorDjalal, AbdulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorYardho, Moh.UNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Uncontrolled Keywords: Al Ikhlas; 100.000 kali; ritual kematian; budaya masyarakat
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Himam Ahmad Dzanil
Date Deposited: 23 Aug 2019 03:22
Last Modified: 23 Aug 2019 03:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/33730

Actions (login required)

View Item View Item