KONSEP AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (ASWAJA) DALAM POLITIK PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA (PKNU) : IMPLIKASI POLITIK ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DALAM KONTEKS NEGARA BANGSA, NKRI

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Faiz, Amrul (2009) KONSEP AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH (ASWAJA) DALAM POLITIK PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA (PKNU) : IMPLIKASI POLITIK ISLAM AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH DALAM KONTEKS NEGARA BANGSA, NKRI. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (139kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (160kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (151kB) | Preview
[img]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (97kB) | Preview
[img]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (84kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil kajian lapangan untuk menjawab dan melihat konsep Ahlussuunnah Wal Jama’ah (Aswaja) dalam Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU).
(implikasi politik Islam Ahlussunnah Wal Jamaâ'ah dalam konteks Negara Bangsa NKRI).
Dengan rumusan masalah ; 1) Bagaimana pandangan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) terhadap konsep politik Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah ?. 2) Bagaimana konsep politik Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah ?
Dalam penelitian ini lebih banyak mengungkap dasar pandangan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) terhadap konsep Ahlussunnah Wal Jama’ah.
Oleh karena itu metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Dari hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa :
1. PKNU merupakan alat politik untuk memperjuangkan Kebangkitan Nasional sebagaimana ditujukan para ulama untuk mewujudkan rasa cinta tanah airnya (Habbal Wathan), lahirnya PKNU didorong oleh keinginan para ulama untuk memperbaiki keadaan bangsa dan negara. PKNU menghendaki terciptanya tatanan social dan politik di Indonesia selaras dengan visi keagamaan ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah sesuai dengan konsep para ulama – ulama pendiri PKNU yang merupakan representasi para ulama dari Nadhlatul Ulama.
2. PKNU mencerminkan tiga bentuk tanggung jawab. Pertama adalah tanggung jawab keagamaan (Mas’ulyyah Diniyyah) yakni menjadi penjaga keberlangsungan agama Islam yang mendasarkan aqidah dan syari’ah Ahlussunnah Wal Jamaâ'ah (Masâ'ulyyah Diniyyah Islamiyyah ala Thariqati Ahlussunnah Wal Jama’ah) sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam beragama dan berbangsa. Tanggung jawab kedua adalah bertalian dengan umat (Masâ'ulyyah Ummatiyyah) yakni ulama berupaya memenuhi tuntunan atas tiga hal yang menjadi kebutuhan primernya (Dharuriyyah atau Asasiyyah) kebutuhan sekunder (Tahsiniyyah atau Takmiliyyah). Tanggung jawab yang ketiga adalah tanggung jawab ulama yang berkenaan dengan kehdupan yang berbangsa dan bernegara (masa'uliyyah wathanyyah). Terkait tanggung jawab ini, para ulama meyakini bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah final.
Saran : kepada PKNU kami sarankan untuk tetap menjalankan konsep politik Ahlussunnah Wal Jama’ah sebagai alat perjuangan politik yang bisa memberikan aspirasi rakyat berupa penataan dan perbaikan seluruh kehidupan umat (Ishlaahul Ummah) berdasarkan sendi-sendi Ahlussunnah Wal Jamaâ'ah, serta memperbaiki ranah perpolitikan di Indonesia.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Faiz, AmrulUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Partai Politik
Uncontrolled Keywords: Aswaja; Politik Islam; Tata Negara Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Siyasah Jinayah
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 21 Oct 2009
Last Modified: 04 Feb 2015 05:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3340

Actions (login required)

View Item View Item