Pemberian Mahar Kepada Perempuan Dalam Pandangan Wahbah Zuhaily Dan Asy-Sya’rawi

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hawwa, Sa'diyah Binti (2019) Pemberian Mahar Kepada Perempuan Dalam Pandangan Wahbah Zuhaily Dan Asy-Sya’rawi. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Sa'diyah Binti Hawwa_E03215045.pdf

Download (4MB)

Abstract

Mahar termasuk keutamaan agama Islam dalam melindungi dan memuliakan perempuan. Dengan memberikan hak yang dimintanya dalam perkawinan berupa mahar jumlahnya telah ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak. Mahar harusnya diberikan dengan ikhlas. Salah satu keistimewaan Islam adalah memperhatikan dan menghargai kedudukan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran Wahbah Zuhaily dan asy-Syara>wi tentang mahar dalam Alquran khsusnya surat an-Nisa ayat 4. Penelitian ini menggunakan metode muqarra>n. Metode komparatif (muqarra>n) merupakan metode yang dilakukan dengan cara membandingkan ayat-ayat Alquran atau penafsiran mufassir terhadap suatu objek yang memiliki kemiripan bentuk redaksi maupun permasalahan. Dalam hal ini, penulis mengkomparasikan penafsiran Wahbah Zuhaily dan asy-Syara>wi terhadap Alquran surat an-Nisa ayat 4. Selain itu, penulis memberikan penjelasan dari mufassir lain yang memiliki persamaan pendapat dengan Wahbah Zuhaily atau asy-Sya’ra>wi sebagai pendukung pendapat keduanya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan denga metode dokumentasi. Metode dokumentasi ini dalam pelaksanaannya adalah mengumpulkan berbagai data baik berupa catatan, buku, kitab, artikel, jurnal, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan variabel penelitian berdasarkan konsep-konsep kerangka penulisan yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Hasil penelitian ini adalah adanya persamaan dan perbedaan antara Wahbah Zuhaily dan asy-Sya’ra>wi. Persamaan dari penafsiran keduanya bahwa jumlah mahar itu tidak ditetapkan sesuai dnegan kesepakatan kedua mempelai. Adapun perbedaan penafsiran keduanya yaitu menurut Wahbah Zuhaily mahar merupakan suatu pemberian dari calon suami kepada calon isteri dalam rangka menghormatinya, dan pemberian bukanlah suatu bentuk deskriminasi kepada perempuan, melainkan sebagai bentuk untuk menghormati dan memuliakan perempuan. Sedangkan menurut asy-Sya’ra>wi mahar merupakan ongkos pengganti teah digunakannya alat kelamin karena telah melakukan persetubuhan, sehingga masing-masing akan mendapatkan keuntungan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hawwa, Sa'diyah Bintibintihawwa63@gmail.comE03215045
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorIffah, IffahUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Thesis advisorPurwanto, PurwantoUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Maskawin
Nikah
Perkawinan
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Tafsir
Uncontrolled Keywords: Mahar, Tafsir Munir karya Wahbah Zuhaily, Tafsir asy-Sya’rawi karya asy-Sya’rawi.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Tafsir Hadis
Depositing User: Hawwa Sa'diyah Binti
Date Deposited: 07 Aug 2019 01:48
Last Modified: 07 Aug 2019 01:48
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/33229

Actions (login required)

View Item View Item