Penafsiran Ayat-Ayat Mukjizat Ulul Azmi: studi komparatif tafsir the holy qur'an dan tafsir al-mishbah)

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ismail, M. Syukri (2019) Penafsiran Ayat-Ayat Mukjizat Ulul Azmi: studi komparatif tafsir the holy qur'an dan tafsir al-mishbah). PhD thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
M. Syukri Ismail_F53314044.pdf

Download (2MB)

Abstract

Sejarah penafsiran ayat-ayat al-Qur’an sejak periode awal hingga saat ini telah mengalami perkembangan, sehingga menghasilkan penafsiran yang berbeda-beda walaupun menggunakan metode yang sama. Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah mufasir yang sama-sama menggunakan metode bi al-ra’y (logika), namun dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi memiliki kecenderungan penafsiran yang berbeda. Dari latar belakang masalah di atas, diformulasikan rumusan masalah yaitu, (1). Bagaimana penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. (2). Apa yang melatarbelakangi Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab dalam menafsirkan ayat-ayat mukjizat para nabi ulul ‘azmi. (3). Bagaimana komparasi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah?. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berbasis riset kepustakaan (library research). Sumber utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah Tafsir The Holy Qur’an Maulana Muhammad Ali dan Tafsir Al-Mishbah M. Quraish Shihab. Dalam analisis data, peneliti menggunakan teknik penulisan memo analitik (analytic memo writing), sebagai tipe khusus catatan analitis yang memanajemen diskusi, pemikiran, refleksi, komentar, dan ide dari peneliti dalam proses klasifikasi, koding dan pentemaan. Studi melakukan integrasi, analisis, dan sintesis selektif dengan memperhatikan teks, konteks dan wacana (discourse). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi dalam The Holy Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah terdapat perbedaan penafsiran. Maulana Muhammad Ali cenderung menafsirkan dengan “teologis liberalis”. sedangkan M. Quraish Shihab cenderung menafsirkan secara “teologis dogmatis.” Kedua, faktor yang dominan melatarbelakangi penafsiran Maulana Muhammad Ali dan M. Quraish Shihab adalah faktor sosial lingkungan. Hal ini bisa dilihat dari sumber yang digunakan oleh kedua mufasir banyak kesamaan, namun menghasilkan penafsiran yang berbeda. Ketiga, penafsiran ayat-ayat mukjizat ulul ‘azmi antara Maulana Muhammad Ali dan M. Qurais Shihab menemukan beberapa perbedaan dan persamaan. Persamaan yang mendasar adalah kedua mufasir ketika menafsirkan ayat-ayat mukjizat memberikan bukti-bukti ilmiah atas kebenaran al-Qur’an. Perbedaan mendasar adalah Maulana Muhammad Ali inkonsisten dalam memaknai mukjizat, dengan menolak mukjizat para nabi sebelum Muhammad saw, namun menerima mukjizat Muhammad saw berupa al-Qur’an. Berbeda dengan M. Quraish Shihab yang tetap konsisten dalam memaknai mukjizat para nabi dan nabi Muhammad saw.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (PhD)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ismail, M. Syukrimsyukri_ismail@yahoo.comF53314044
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorAswadi, Aswadiaswadi.syuhadak@gmail.comUNSPECIFIED
Thesis advisorMiri, DjamaluddinUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Islam
Al Qur'an
Keywords: Penafsiran: Mukjizat: Ulum Azmi: Logika
Divisions: Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Ismail M. Syukri
Date Deposited: 06 Aug 2019 04:12
Last Modified: 06 Aug 2019 04:12
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32981

Actions (login required)

View Item View Item