Persepsi Da'i Madura tentang Perjodohan Dini: studi kasus di Pamekasan dan Sumenep

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Rifai, Mohammad (2019) Persepsi Da'i Madura tentang Perjodohan Dini: studi kasus di Pamekasan dan Sumenep. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Mohammad Rifai_F02717229.pdf

Download (3MB)

Abstract

Masyarakat Madura dikenal dengan masyarakat yang memiliki kebiasaan menjodohkan anak di usia dini, bahkan ada juga yang usia balita atau bayi masih dalam kandungan sudah dipesan untuk dijodohkan. Perjodohan dini di Madura ini menjadi salah satu penyebab dilakukannya pernikahan dini yang pada akhirnya menjadi penyebab anak-anak putus sekolah. Hal ini perlu mendapat perhatian dari orang-orang yang berpengaruh di masyarakat tersebut, salah satunya adalah da’i. Pandangan dan sikap da’i atas realitas sosial ini menjadi penting agar kemudian bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat tentag perjodohan dini tersebut dengan baik. Rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah; 1) bagaimana persepsi da’i Madura tentang perjodohan dini?; 2) bagaimana tipologi da’i Madura atas perjodohan dini? Dari dua rumusan masalah ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) persepsi da’i Madura tentang perjodohan dini, dan 2) tipologi da’i Madura atas perjodohan dini. Untuk mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode kualitatif-lapangan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sementara untuk analisis data, penulis menggunakan teori fenomenologi. Dari hasil penelitian, para da’i Madura mempersepsikan bahwa perjodohan dini dimaknai sebagai sebuah i'tikad, yakni usaha dari bentuk proteksi dan kekhawatiran orang tua terhadap anak. Para da’i juga mempersepsikan bahwa perjodohan dini di Madura mengandung nilai-nilai ajaran Islam (dakwah). Nilai dakwah tersebut di antaranya adalah (a) upaya untuk meminimalisir pelanggaran ajaran Islam berupa larangan mendekati zina; (b) ajakan untuk mengikuti sunnah nabi; dan (c) ajakan untuk menjaga nasab, mempererat hubungan kekerabatan. Selanjutnya ada dua tipologi da’i yang muncul perihal kasus perjodohan dini ini; tipe pertama adalah da’i yang setuju terhadap perjodohan dini; tipe kedua adalah da’i yang tidak setuju pada perjodohan dini. Mengingat penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi da’i Madura tentang perjodohan dini serta tipologi mereka terhadap perjodohan dini, maka untuk penelitian selanjutnya perlu kiranya melanjutkan penelitian ini dengan merumuskan masalah tentang bagaimana peran da’i Madura dalam menanggulangi kasus perjodohan dini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Rifai, Mohammadkangrifairasyid@gmail.comF02717229
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorZuhriyah, Luluk Fikrielfikrizz@yahoo.comUNSPECIFIED
Subjects: Dakwah > Dakwah - Materi
Uncontrolled Keywords: Perjodohan Dini; Da’i Madura
Divisions: Program Magister > Komunikasi dan Penyiaran Islam
Depositing User: Rifai Mohammad
Date Deposited: 05 Aug 2019 09:47
Last Modified: 05 Aug 2019 09:47
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32932

Actions (login required)

View Item View Item