Pemikiran Amina Wadud tentang Hak Asuh Anak dalam perspektif hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Utami, Ria Cahyaning (2019) Pemikiran Amina Wadud tentang Hak Asuh Anak dalam perspektif hukum Islam. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ria Cahyaning Utami_C91215078.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi dengan judul “Pemikiran Amina Wadud Tentang Hak Asuh Anak Dalam Perspektif Hukum Islam” merupakan penelitian pustaka yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang bagaimana pemikiran Amina Wadud tentang hak asuh anak? dan bagaimana pemikiran Amina Wadud tentang hak asuh anak dalam perspektif hukum islam? Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian kepustakaan (library research) ini adalah dengan cara membaca, memahami dari bahan bahan kumpulan data yang telah disebutkan, kemudian dari data yang sudah didapatkan dianalisis menggunakan analisis kualitatif dengan metode deduktif, yaitu menjelaskan dari yang umum ke khusus. Maka penelitian ini memaparkan teori pemikiran Amina Wadud tentang hak asuh anak dalam perspektif hukum Islam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: pertama, pengasuhan anak menurut Amina Wadud ini merupakan tanggung jawab dan kewajiban yang harus dipikul bersama oleh kedua orang tua. Apabila dalam rumah tangga terdapat kekurangan ekonomi maka istri dapat membantu bekerja dan pengasuhan anak secara bersama-sama akan memberikan kesempatan bagi istri untuk berkarir; kedua, pengasuhan anak menurut Amina Wadud ini sesuai dengan hukum Islam. H}ad{a>nah merupakan hak anak yang wajib diberikan dari kedua orang tua kepada anak, terlebih kepada anak yang belum mumayyiz. Pelaksanaan h}ad{a>nah ini dapat dilaksanakan oleh ibu maupun ayah. Keduanya mempunyai kewajiban yang sama rata atas pengasuhan anak. ibu sebagai tempat madrasah pertama bagi anak-anaknya bukan berarti hal ini menjadi kewajiban penuh bagi ibu. Ayah dapat juga melakukan h}ad{a>nah kepada anak-anaknya dengan mengajarkan nilai-nilai akidah, ibadah dan juga sosial. Dari kesimpulan di atas, maka disarankan kepada istri yang bekerja di luar rumah hendaknya juga memperhatikan waktu, dan tidak boleh lalai terhadap anak. Adapun suami berkewajiban untuk mencari nafkah, akan tetapi suami harus tahu dengan perannya sebagai ayah untuk mendidik dan mengasuh anak-anaknya sesuai dengan ajaran hukum Islam. Suami dan istri yang ingin mengasuhkan anak-anaknya kepada pengasuh juga memperhatikan kualitas pengasuh tersebut, agar anak mendapatkan pengasuhan yang baik sesuai dengan ketentuan dalam agama Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Utami, Ria CahyaningRiacahyaningutami23@gmail.comC91215078
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorDarmawan, Darmawandai.wawan@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Status Anak
Keywords: Pemikiran Amina Wadud; Hak Asuh Anak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Ria Cahyaning Utami
Date Deposited: 31 Jul 2019 02:28
Last Modified: 31 Jul 2019 02:28
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32877

Actions (login required)

View Item View Item