Sejarah pengenalan dan pengembangan al Quran di pesisir Lamongan oleh Kiai Langgar

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hikmatuzzahro, Annisa (2019) Sejarah pengenalan dan pengembangan al Quran di pesisir Lamongan oleh Kiai Langgar. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Annisaul Hikmatuzzahro_A92215070.pdf

Download (7MB)

Abstract

Skripsi yang berjudul Sejarah Pengenalan Dan Pengembangan Al-Qur’an Di Pesisir Lamongan oleh Kiai Langgar memiliki tiga fokus penelitian, yaitu : (1) Sejarah awal pengenalan al-Quran di pesisir Lamongan dan pengembangan al-Qur’an oleh Kiai Langgar abad ke 19- 20 (2) Keterikatan masyarakat pesisir Lamongan dengan al-Qur’an. (3) Biografi kiai Langgar (Kiai Abu Bakrin) dan peranannya dalam pengembangan al-Qur’an di pesisir. Penelitian ini merupakan penelitian sejarah yang menggunakan pendekatan sejarah dengan tujuan untuk mengungkap secara menyeluruh peristiwa mengenai sejarah awal pengajaran al-Qur’an kepada masyarakat pesisir Lamongan. dan pendekatan sosiologi dimaksudkan untuk meneropong segi–segi sosial peristiwa yang dikaji guna untuk mengetahui bagaimana keterikatan masyarakat dengan al-Qur’an juga peran Kiai Langgar (kyai Bakrin) dalam pengembangan al-Qur’an di wilayah pesisir Lamongan. Dalam penelitian ini menggunakan teori peran dari Biddle dan Thomas bahwa peran merupakan suatu yang dibawakan oleh seseorang ketika menduduki suatu karakterisasi (posisi) dalam struktur sosial. Adapun metode yang digunakan oleh peneliti dalam penulisan sejarah ini adalah : heuristik, kritik, interpretasi (penafsiran) dan historiografi. Dari hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) Pengenalan Al-quran pada masyarakat pesisir Lamongan terjadi pada abad ke 15 bersamaan dengan datangnya Raden Qasim yang masuk ke wilayah pesisir Lamongan. (2) Keterikatan masyarakat pesisir dengan al-Qur’an dapat dilihat bahwa di dalam kehidupan masyarakat pesisir Lamongan al-Qur’an bukan hanya sekedar mushaf fisik dan hanya sebagai bacaan orang islam. Mereka percaya bahwa dengan ngaji al-Qur’an akan membawa banyak dampak baik bagi kehidupan mereka. (3) Kiai Abu Bakrin dilahirkan di desa Drajat, Lamongan pada tahun 1910. Kiai Abu Bakrin berperan dalam melahirkan banyak ahli baca Qur’an yang kemudian tersebar di Pesantren dan masyarakat luas.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hikmatuzzahro, Annisaannisaulhikmatuzzahro@gmail.comA92215070
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorA'la, Abdabdalabs@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Sejarah > Sejarah Indonesia
Al Qur'an
Sejarah Peradaban Islam
Uncontrolled Keywords: al Quran; kiai Langgar; peran
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Hikmatuzzahro Annisaul
Date Deposited: 29 Jul 2019 07:59
Last Modified: 29 Jul 2019 07:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32869

Actions (login required)

View Item View Item