Pendidikan karakter perspektif Imam Al Ghazali dan Soemarno Soedarsono

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

A'la, Bassam Abul (2019) Pendidikan karakter perspektif Imam Al Ghazali dan Soemarno Soedarsono. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabya.

[img] Text
Bassam Abul A'la_F02317067.pdf

Download (3MB)

Abstract

Pendidikan karakater merupakan sebuah proses yang tiada henti (never ending) dalam pelaksanaanya di sebuah negara demokrasi seperti Indonesia. Melihat nilai-nilai yang ada dan sudah dirancang oleh Pemerintah akan tetapi belum ada dampak yang konkrit yang bisa diangkat menjadi faktor suksesnya program pendidikan karakter, merupakan alasan bagi peniliti untuk mencari tahu lebih dalam tentang pendidikan karakter. Krisis karakter yang terjadi saat ini sudah waktunya untuk menggugah para pemegang kekuasaan dan para pendidik untuk mengambil akselerasi terobosan dan cara menanggulangi krisis ini. Penelitian ini bertujuan mengungkapkan pemahaman atau persepsi tentang pendidikan karakter dua tokoh yang berbeda zaman, yaitu Imam al-Ghazali yang hidup pada zaman akhir Dinasti Abbasiyah yang dikenal sebagai masa kejayaan Islam, dan Soemarno Soedarsono yang merupakan salah satu penggagas munculnya pendidikan karakter di Indonesia pada tahun 2010. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, di mana teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan metode dokumentasi yang dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis isi dan interpretasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pendidikan karakter perspektif Imam al-Ghazali dan Soemarno Soedarsono mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaanya ada pada dasar pendidikan karakter yaitu keduanya menempatkan keyakinan dan ketuhanan yang bersumber pada al-Quran dan al-Hadith. Sedangkan perbedaannya pada tujuan dan tahap pendidikan karkater; Imam al-Ghazali memandang bahwa tujuan pendidikan karkater adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT, dan ada 2 tahapan pendidikan karakter yaitu ta’d{ib dan riyad{oh atau jalan sufi. Sedangkan tujuan dan tahapan pendidikan karakter menurut Soemarno Soedarsono adalah membentuk kesadaran pribadi dan sosial yang mempunyai 4 tahapan yaitu; 1) Ketahanan Pribadi, 2) Ketahanan Keluarga, 3) Ketahanan Lingkungan, 4) Ketahanan Nasional.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Masters)
Creators:
CreatorsEmailNIM
A'la, Bassam Abulbassamalpunjuli@gmail.comF02317067
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorMas'ud, Alialimasud.kholqillah@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Pendidikan > Pendidikan - Karakter
Uncontrolled Keywords: Karakter; Religius; Nasional
Divisions: Program Magister > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: A'la Bassam Abul
Date Deposited: 29 Jul 2019 03:10
Last Modified: 29 Jul 2019 03:10
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32780

Actions (login required)

View Item View Item