Analisis hukum pidana Islam tentang penerapan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Mustainah, Barirotul (2019) Analisis hukum pidana Islam tentang penerapan Diversi dalam Sistem Peradilan Pidana Anak di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Barirotul Mustainah_C93215099.pdf

Download (3MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Analisis Hukum Pidana Islam Tentang Penerapan Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus” yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus dan bagaimana analisis hukum Islam terhadap diversi dalam sistem peradilan pidana anak di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus. Data yang dikumpulkan diperoleh dari wawancara yang dilakukan dengan pihak-pihak terkait yang berada di Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA Khusus. Kemudian data diolah dan dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif untuk diambil kesimpulan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : pertama, penerapan diversi dalam Pengadilan Negeri Surabaya Kelas IA khusus sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hal ini dibuktikan dengan adanya putusan penetapan perkara dengan nomor 111/Pid.Sus-Anak/2014/PN.Sby. Tidak semua perkara anak yang berhadapan dengan hukum di Pengadilan Negeri Surabaya bisa diselesaikan dengan upaya diversi. Hal tersebut sesuai dengan PERMA Nomor 4 Tahn 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Dalam Sistem Peradilan Pidana Anak; kedua, dalam hukum Islam diversi disamakan dengan konsiliasi (al-sulh). Al-sulh adalah penyelesaian perkara atau perselisihan menjadi perdamaian. Melakukan al-sulh dalam suatu kasus tanpa melalui jalur hukum dibolehkan dalam hukum Islam. Penerapan diversi yang ada di Pengadilan Negeri Surabaya mempunyai konsep yang sama dengan al-sulh yakni proses dimana terjadi perdamaian antara kedua belah pihak, dan juga tidak ada yang saling dirugikan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka disarankan: pertama, kepada orang tua, hendaknya lebih extra lagi dalam hal mengawasi dan menjaga anak, sebab anak adalah penerus bangsa yang harus dilindungi dengan baik, dan juga dibina. Semakin berkembangnya zaman, diharapkan orang tua tidak hanya berperan sebagai orang tua tetapi juga bisa berperan sebagai teman bahkan sahabat untuk anak.; kedua, diharapkan masyarakat tidak memberikan stigma negatif terhadap anak yang bersangkutan dengan hukum, tetapi masyarakat bisa merangkul dan menerima anak yang berhadapan dengan hukum secara baik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Mustainah, Barirotulbmustainah@gamil.comC93215099
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN/NIP
Thesis advisorAmin, MahirUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum > Hukum Pidana Islam
Kenakalan Anak dan Remaja
Perdamaian
Uncontrolled Keywords: Hukum pidana Islam; penerapan Diversi; Sistem Peradilan Pidana Anak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mustainah Barirotul
Date Deposited: 25 Jul 2019 08:14
Last Modified: 25 Jul 2019 08:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32755

Actions (login required)

View Item View Item