Mata air Jolotundo: studi tentang pandangan masyarakat muslim terhadap kekhasiatan mata air Jolotundo Desa Seloliman Mojokerto

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Wardatin, Laila (2019) Mata air Jolotundo: studi tentang pandangan masyarakat muslim terhadap kekhasiatan mata air Jolotundo Desa Seloliman Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Laila Wardatin_A92215094.pdf

Download (983kB)

Abstract

Skripsi berjudul “Mata Air Jolotundo (Studi Tentang Pandangan Masyarakat Muslim Terhadap Mata Air Jolotundo Desa Seloliman Mojokerto)” ini fokus mengkaji pada pandangan masyarakat terhadap mata air Jolotundo. Adapun masalah yang dibahas pada skripi ini sebagai berikut: 1). Bagaimana monografi desa Seloliman kecamatan Trawas kabupaten Mojokerto? 2). Bagaimana keberadaan mata air Jolotundo? 3). Bagaimana pandangan masyarakat terhadap mata air Jolotundo? Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis menggunakan metode etnografi. Metode ini menggunakan empat tahap penelitian yaitu: Menetapkan Informan, Melakukan wawancara dan pengamatan, Membuat catatan etnografi dan mengajukan pertanyaan deskriptif. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan sinkronik. Yang berbicara mengenai fungsi dan struktur. Dalam berpikir sinkronik ini memahami kehidupan sosial secara luas. Memahami sebuah kehidupan sosial yang diuraikan dalam berbagai aspeknya, seperti aspek ekonomi, geografis, stuktur sosial, kepercayaan dan lembaga-lembaga sosial lainnya. Dalam hal ini peneliti menggunakan Teori Antropologi Kognitif yang banyak dikembangkan oleh Ward H. Goodenough. Penelitian ini menyimpulkan bahwa: 1). Desa Seloliman memiliki penduduk yang mayoritas beragama Islam, yang di dalamnya terdapat mata air Jolotundo. 2). Mata air Jolotundo merupakan mata air suci (amartha). Dari keberadaan mata air Jolotundo yang tersebar dikalangan masyarakat pada umumnya yaitu sebagai obat untuk menyembuhkan penyakit. 3). Tokoh Nahdatul Ulama’ memperbolehkan jika ada yang berkeyakinan bahwa mata air Jolotundo suci dan bisa digunakan untuk obat segala macam penyakit, namun mata air tersebut harus diyakini sebagai media perantara penyembuhan penyakit dari Allah. Tokoh Muhammadiyah tidak memperbolehkan karena percaya terhadap suatu benda yang memiliki kekuatan supranatural tidak boleh, kepercayaan seperti itu sudah menyalahi ajaran Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Wardatin, Lailalailawardatin16@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Adab
Budaya - Agama
Sejarah > Sejarah Indonesia
Sejarah Peradaban Islam
Keywords: Mata Air Jolotundo
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Kebudayaan Islam
Depositing User: Wardatin Laila
Date Deposited: 24 Jul 2019 06:49
Last Modified: 24 Jul 2019 06:52
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32597

Actions (login required)

View Item View Item