Analisis yuridis dan hukum Islam terhadap mahar dalam bentuk hiasan dari uang kertas: studi kasus di Toko Nayaka Galery DTC dan Toko Joyo Pigora Blauran

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Fajriah, Deviana (2019) Analisis yuridis dan hukum Islam terhadap mahar dalam bentuk hiasan dari uang kertas: studi kasus di Toko Nayaka Galery DTC dan Toko Joyo Pigora Blauran. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Deviana Fajriah_C01215011.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skrispi ini berjudul “Analisis Yuridis dan Hukum Islam Terhadap Mahar Dalam Bentuk Hiasan dari Uang Kertas”(Studi Kasus di Toko Nayaka Garely DTC dan Toko Joyo Pigora Blauran). Merupakan penelitian yang dilakukan di pengrajin mahar yang ada di Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang. 1) Bagaiman praktik menjadikan uang kertas dengan bentuk hiasan sebagai mahar di toko nayaka gallery dan toko joyo pigora ? 2) Bagaimana analisis yudiris dan hukum Islam terhadap mahar dalam bentuk hiasan dari uang kertas ?. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yang menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi sebagai metode pengumpulan data. Data yang terkumpul lalu dianalalisis menggunakan metode kualitatif, yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif dan wawancara atau sumber-sumber tertulis, sehingga teknis analisis data yang digunakan adalah metode analisis deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan data kemudian dianalis untuk mengambil kesimpulan. Hasil penelitian menjunjukkan bahwa pengrajin mahar yang ada di toko nayaka gallery, dahulu sebelum adanya peraturan toko ini menggunakan sepemuhnya uang kertas asli. Setelah dikeluarkan peraturan teresebut, maka toko ini masih menerima permintaan dari konsumen yang memesan hiasan dari uang kertas asli dan toko ini menerima permintaan juga dengan menggunakan uang mainan. Kemudian pengrajin mahar yang ada di toko joyo pigora sebelum adanya peraturan, toko ini juga memakai uang asli sepenuhnya sebagai menghias mahar,namun setelah dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 toko ini masih menerima permintaan konsumen dengan uang asli, akan tetapi setelah dikeluarnya Undang-Undang toko ini tidak sepenuhnya dan lebih sedikit dalam menggunakan uang asli dan masih mengunakan uang mainan sebagai bahan pokoknya. Pembuatan mahar dalam bentuk hiasan dari uang kertas apabila dikaji dalam segi yuridis maka pembuatan mahar ini jelas dilarang oleh negara karena melanggar pasal 35 Undang-Undang No 7 Tahun 2011. Adapun dari segi hukum Islam mahar bukan termasuk rukun nikah dan syarat sah nikah. Akan tetapi, maharitu wajib untuk diberikan dari calon suami kepada calon istri. Apabila ingin menjadikan mahar hiasan sebagai kenang-kenangan menggunakan uang mainan aagar tidak merusak dan merendahkan uang kertas asli. Selain hal itu dalam hukum Islam kemanfaatan mahar juga perlu diperhatikan. Sejalan dengan kesimpulan di atas maka penulis menyarankan baik kepada calon pengantin maupun pengrajin mahar agar tetap bersama-sama memperhatikan isi pasal 35 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang yang berkaitan mengenai larangan menggunakan uang kertas asli sebagai mahar dalam bentuk hiasan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Fajriah, Devianadevianafajriyah@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Ekonomi Islam
Hukum Ekonomi
Perkawinan
Keywords: Mahar; Hiasan; Uang kertas
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Fajriah Deviana
Date Deposited: 16 Jul 2019 02:21
Last Modified: 16 Jul 2019 02:21
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32582

Actions (login required)

View Item View Item