Sertifikat Penitipan Efek Indonesia dalam Perspektif Hukum Islam

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Dienillah, Lanang (2010) Sertifikat Penitipan Efek Indonesia dalam Perspektif Hukum Islam. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lanang Dienillah_C03304019.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan basil penelitian lapangan yang bertujuan untulc mengetahui seputar proses transaksi perjanjian pendaftaran Sertifikat Penitipan Efek Indonesia (SPEI) pada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam Pasar Modal Indonesia. Secara rinci pertanyaan yang hendak dijawab dalam skripsi ini adalah: bagaimana transaksi perjanjian pendaft.aran SPEI di KSEI yang akan diperdagangkan di Pasar modal? bagaimana perspektif Hukum Islam terhadap perjanjian pendaftaran SPEI pada KSEI dalam Pasar modal Indonesia? Dalam penelitian ini, data dihimpun melalui dua teknik, yakni wawancara dan dokumentasi yang berhubungan dengan perjanjian pendaftaran SPEI. Wawancara dilakukan dengan staff hukum Bapepam dan pimpinan Pusat Referensi Pasar Modal (PRPM) yang berkedudukan di Jakarta. Sedangkan dokumentasi dengan menelaah data kntang SPEI yang dilakukan Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan teknik deskriptif-analisis, yaitu mendeskripsikan data mengenai perjanjian pendaftaran SPEI sehingga tergambar obyek masalah secara jelas dan rinci, kemudian dianalisis dengan pola pikir deduktif yaitu penyimpulan yang bertitik tolak dari pembahasan tentang perjanjian pendaftaran SPEI untuk ditarik kesimpulan dalam kaitannya dengan hukum Islam. SPEI adalah efek yang memberikan hak •kepada pemegangnya atas efek utama yang dititipkan secara kolektif pada bank kustodian yang mendapat persetujuan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Sertifikat Penitipan Efek Indonesia yang juga sering disebut dengan nama Indonesian Depository Receipt merupakan suatu efek yang diterbitkan khusus untuk mewakili hak tethadap kepemilikan saham saham perusahaan asing disuatu negara tertentu. Sertifikat penitipan efek tersebut diperdagangkan di bursa efek layaknya suatu saham. Infestor yang membcli SPEI tersebut akan mendapatkan manfaat layaknya seseorang pemegang saham dari perusahan asing yang sahamnya dijadikan dasar penerbitan sertifikat penitipan efek. Pada mulanya saham utama SPEI menggunakan perjanjian pendaftaran untuk dititipkan pada KSEI, kemudian dari perjanjian pendaftaran tersebut memunculkan kewajiban dan hak antara depository company I wali amanah dan bank Kustodian. Hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa perjanjian pendaftaran SPEI di KSEI adalab mengunakan akad al-ljarah dimana proses penitipan efek utam.a oleh depository company I wali amanah (MuJil] atas nama issuer (perusahan asal) mengunakan jasa penyimpanan pada bank Kustodian (Musta'jii) sebagai dasar peterbitan SPEI. Berdasarkan kesimpulan diatas maka penggunaan model transaksi SPEI diperbolehkan (Mubah) selama sesuai regulasi yang telah diatur oleh Bapepam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Dienillah, LanangUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Bursa Saham
Uncontrolled Keywords: Bursa Saham; Pasar Modal
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 28 Jun 2019 08:01
Last Modified: 28 Jun 2019 08:01
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32335

Actions (login required)

View Item View Item