Tinjauan hukum Islam terhadap Jual Beli Lele hasil budidaya dengan makanan Kotoran Manusia: studi kasus di desa Sawocangkring Wonoayu Sidoarjo

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Syaikhuddin, Muhammad (2010) Tinjauan hukum Islam terhadap Jual Beli Lele hasil budidaya dengan makanan Kotoran Manusia: studi kasus di desa Sawocangkring Wonoayu Sidoarjo. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Muhammad Syaikhuddin_C02206027.pdf

Download (4MB)

Abstract

Skipsi ini adalah hasil penelitian lapangan untuk mengetahui bagaimana jual beli lele di desa Sawocangkring, apakah sudah sesuai dengan aturan hukum Islam, maka di buat beberapa rumusan masalah untuk menjawab permasalahan yang akan dikaji, yaitu: Bagaimana proses budidaya lele yang diberi makan kotoran manusia di Desa Sawocangkring Wonoayu Sidoarjo? Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap jual bell lele basil budidaya dengan makanan kotoran manusia di Desa Sawocangkring Wonoayu Sidoarjo? Data penelitian ini dihimpun dari observasi lapangan yaitu melalui wawancara Pada para subyek selanjutnya akan dianalisis berdasarkan norma-norma yang berlaku pada hukum Islam dalam hal jual beli menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemeberian pakan kotoran mausia pada ikan lele adalah Kebiasaan yang dilakukan oleh petemak didesa Sawocangkring. Alasan pemberian pakan lele dari kotoran manusia yait u alasan dari segi ekonomi, pemberian pakan tersebut dinilai cukup ekonomis oleh masyarakat desa Sawocangkring dan tidak repot. Kentungannya pun cukup besar. Adapun manfaat pemeberian pakan dari kotoran manusia, petemak tidak perlu mengeluarkan biaya cukup besar untuk pemeliharaan, selain itu kotoran manusia membuat ikan lele dapat bekembang lebih cepat dan tubuhnya menjadi lebih besar dari lele yang diberi pakan ikan biasa. Jual beli lele yang diberi makan kotoran manusia di Desa Sawocangkring. Wonoayu Sidoarjo, menurut tinjauan hukum Islam tidak diperbolehkan, karena Iele yang dibudidayakan dengan memakan kotoran manusia dididalamnya mengandung beberapa bakteri yang membahayakan yang akan mengancam kesehatan konsumen, Sehingga jual beli seperti ini tidak sah dan batal karena tidak memenuhi syarat dan rukun jual beli dalam syariat islam dan membahayakan kesehatan konsumen.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Syaikhuddin, Muhammad--UNSPECIFIED
Subjects: Jual Beli
Ikan > Perikanan Tambak
Uncontrolled Keywords: Jual Beli; Lele; budidaya ikan; Kotoran Manusia
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 24 Jun 2019 02:58
Last Modified: 24 Jun 2019 02:58
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32238

Actions (login required)

View Item View Item