Analisis Hukum Islam terhadap Hak dan Kewajiban Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Adat Semende Masyarakat Trasmigran Semende Lampung

Kurnaesih, Kurnaesih (2011) Analisis Hukum Islam terhadap Hak dan Kewajiban Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Adat Semende Masyarakat Trasmigran Semende Lampung. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Kurnaesih_C51207023.pdf

Download (3MB)

Abstract

Penelitian ini bersifat lapangan (field research) yang membahas tentang "Hak dan Kewajiban Anak Tunggu Tubang dalam Sistem Adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung". Rumusan masalah Pertama, mengapa muncul konsep anak Tunggu Tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung". Kedua, bagaimana analisis hukum Islam terhadap hak dan kewajiban anak Tunggu Tubang dalam sistem adat Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung. Untuk menjawab permasalahan di atas, penulis melakukan penelitian langsung dan mengumpulkan data menggunakan teknik dokumenter dan wawancara dengan masyarakat transmigran yang menganut suku Semende di propinsi Lampung, yang fokus penelitiannya di desa Tanjung Bulan Kee. Kasui Kah. Way Kanan Lampung yang dapat mewakili fakta penelitian karena tidak mungkin meneliti seluruh masyarakat Transmigran di Lampung. Setelah data terkumpul selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif dan kesimpulannya menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa, hak dan kewajiban anak Tunggu Tubang dalam sistem adat suku Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung di desa Tanjung Bulan Kee. Kasui Kah. Way Kanan Lampung, tidak bertentangan dengan hukum Islam karena dalam prakteknya, anak perempuan tertua ( Tunggu Tubang) yang diberi hak hart a oleh orang tua setelah menikah tidak memberatkan saudara-saudaranya yang lain dan hak yang didapatkannya tersebut setimpal dengan kewajibannya yang harus mengurus orang tua, kakek dan nenek serta saudara-saudaranya yang belum menikah.Aturan adat tersebut lebih mengutamakan kemaslahatan karena pemberian hak harta tersebut kepada anak perempuan tertua adalah memuliakan anak perempuan yang dari asalnya menunggui orang tua dan harta orang tua saat anak lelaki merantau dan anak perempuan tertua dianggap lebih tekun, rajin dan penyabar dalam melakukan kewajiban-kewajiban tersebut. Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka diharapkan ketentuan yang berlaku dalam sistem adat suku Semende Masyarakat Transmigran Semende Lampung, tidak hanya diberlakukan kepada anak perempuan tertua saja, namun jika ketentuan tersebut tidak memberatkan bagi pelaku adat tersebut maka ketentuan tersebut tidak menjadi masalah apabila dijaga keutuhannya.

Email: digilib@uinsby.ac.id
Item Type: Thesis (Undergraduate)
Supervisor: Suwito, Suwito
Uncontrolled Keywords: Anak Tunggu Tubang; sistem adat semende; Masyarakat Transmigran
Subjects: Ahli Waris
Keluarga > Keluarga Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Jun 2019 07:39
Last Modified: 11 Jun 2019 07:39
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/32111

Actions (login required)

View Item View Item