Bentuk pengelolaan Hibah Kambing secara bergulir di Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Maju Makmur Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dalam perspektif hibah

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Uswati, Puji (2011) Bentuk pengelolaan Hibah Kambing secara bergulir di Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) Maju Makmur Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo dalam perspektif hibah. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Puji Uswati_C02207020.pdf

Download (1MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31985

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian lapangan. Masalah yang diteliti dalam skripsi ini adalah: 1. Bagaimana bentuk pengelolaan hibah kambing secara bergulir di LK.M Maju Makmur Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo? 2. Bagaimana tinjauan hukum Islam terhadap pengelolaan hibah kambing secara bergulir di LKM Maju Makmur Desa Plumbungan Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo? Data penelitian diperoleh melalui cara interview, selanjutnya data tersebut dianalisis dengan metode deskriptif analitis dan menggunakan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa LKM memberikan 2 (dua) ekor kambing muda (1 kambing jantan dan I kambing betina) kepada KSM. Apabila terjadi kematian kambing jantan dari salah satu penerima hibah, maka harus mengganti kepada LK.M dan ditanggung oleh seluruh anggota kelompok (25 kepala keluarga miskin). Maka besar biaya penggantian kambing jantan yang mati yaitu pemilik kambing mengganti lebih besar dari anggota kelompok. Sementara untuk anggota kelompok menggantinya sama besar dengan anggota yang lain. Sedangkan apabila terjadi kematian kambing betina, maka harus memberi ganti kepada LKM yang ditanggung penerima hibah saja. Dan apabila terjadi kehilangan maka seluruh anggota kelompok wajib mengganti kepada LKM senilai ketika kambing yang hilang tersebut. Dalam hal ini, hukum Islam tidak memperbolehkan adanya penggantian dari masyarakat miskin ketika terjadi kematian atau kehilangan kambing, karena sudah terjadi penyerahan dari penghibah dan penerimaan dari penerima hibah (masyarakat) sehingga harta hibah tersebut menjadi milik mutlak penerima hibah dan penghibah tidak diperbolehkan ikut campur dalam harta yang telah diberikan. Sejalan dengan uaraian di atas, hendaknya LKM mengganti setiap kambing yang mati atau hilang, sehingga masyarakat tidak merasa keberatan dengan program hibah kambing bergulir tersebut.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Uswati, Puji--UNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam > Hibah
Keywords: Pengelolaan Hibah; Hibah Kambing; Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM)
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 15 May 2019 03:08
Last Modified: 15 May 2019 03:08
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31985

Actions (login required)

View Item View Item