Tinjauan hukum Islam terhadap proses penetapan waris anak angkat Masyarakat Batak di Desa Portibi Julu, Sumatera Utara

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Harahap, Radinal Mukhtar (2011) Tinjauan hukum Islam terhadap proses penetapan waris anak angkat Masyarakat Batak di Desa Portibi Julu, Sumatera Utara. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Radinal Mukhtar Harahap_C51207045.pdf

Download (2MB)

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) untuk menjawab pertanyaan bagaimana pelaksanaan waris adat di desa Portibi Julu, terkhusus dalam permasalahan anak angkat, untuk kemudian menganalisisnya melalui tinjauan Hukum Islam yang terdapat dalam kitab-kitab klasik pemikiran para ulama. Penelitian yang diadakan di desa Portibi Julu tersebut menggunakan teknik pengumpulan data wawancara dengan tokoh adat, pemuka agama dan tokoh masyarakat. Data juga dikumpulkan melalui observasi di lingkungan masyarakat desa Portibi Julu serta pengumpulan referensi berupa buku-buku dan segala sesuatu yang berkaitan dengan judul penelitian. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif analisis dengan pola pikir deduktif. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan waris adat di desa Portibi Julu mengedepankan anak laki-laki meskipun anak tersebut adalah anak angkat (anak nanian). Anak angkat yang mayoritas adalah laki-laki akan mendapatkan waris sebagaimana anak kandung dengan proses yang tidak berbeda dengan proses pembagian waris anak kandung lainnya. Penetapan anak angkat sebagai ahli waris berada saat pengangkatan anak tersebut menjadi keluarga. Bagian waris anak angkat akan menghilangkan (hijab) bagian waris keluarga pewaris ke samping. Pengangkatan anak juga menghapus bagian waris anak angkat dari orang tua kandungnya. Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa pengangkatan anak dan penetapan waris Adat pada masyarakat Batak di desa Portibi Julu, bertentangan dengan ketent uan Hukum Islam yang melarang pengangkatan anak dengan maksud mengubah nasab kekeluargaan yang berdampak pada terlarangnya anak kandung menerima waris. Anak angkat juga tidak berhak untuk menghapus bagian waris keluarga pewaris ke samping. Bagian waris untuk anak angkat juga tidak menghapus bagian waris baginya dari orang tua kandung. Hal ini didasarkan pada ketentuan dalam surat al-Ahzab ayat 4-5 dan ayat 37 tentang peristiwa pengangkatan Zayd bin Harisah oleh Nabi Muhammad SAW. Namun demikian, sebagai saran, peninjauan masalah tersebut dengan faktor sosiologis yang terdapat dalam penelitian ini, dengan melihat latar belakang pendidikan, ekonomi, agama serta adat istiadat dan kebiasaan yang berlangsung di desa Portibi Julu, perlu kiranya dengan menggunakan pendekatan konsep istihsan agar tidak terjadi benturan yang dapat menimbulkan konflik berkepanjangan antara agama dan adat-istiadat masyarakat setempat di desa Portibi Julu.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Harahap, Radinal Mukhtar--UNSPECIFIED
Subjects: Anak > Pengangkatan Anak
Waris
Uncontrolled Keywords: Penetapan waris; anak angkat; Masyarakat Batak
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 06 May 2019 06:38
Last Modified: 06 May 2019 06:38
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31948

Actions (login required)

View Item View Item