Hukum Islam terhadap putusan pengadilan agama Sidoarjo tentang pelaksanaan wasiat wajibah anak angkat bersama dengan pembagian harta waris: studi kasus No.223/Pdt.G/2005/PA.Sda

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Haq, Rizqi (2009) Hukum Islam terhadap putusan pengadilan agama Sidoarjo tentang pelaksanaan wasiat wajibah anak angkat bersama dengan pembagian harta waris: studi kasus No.223/Pdt.G/2005/PA.Sda. Undergraduate thesis, UNSPECIFIED.

[img] Text
Rizqi Haq _C01205077.pdf

Download (2MB)

Abstract

Dalam penelitian ini, metode analisis yang digunakan adalah deskriptif analisis adalah menggambarkan putusan Pengadilan Agama Sidoarjo no.233/Pdt.G/2005/PA.Sda dan verifikatif analisis yaitu menguji dasar pertimbangan hakim dalam perspektif hukum Islam dengan no.233/Pdt.G/2005/PA.Sda. Selanjutnya data yang digunakan adalah berkas perkara putusan no.233/Pdt.G/2005/PA.Sda, keterangan hakim dan panitera yang akan dianalisis dari segi relevansinya dan di lihat dari keabsahan hukum tentang pelaksanaan wasiat wajibah bersamaan dengan harta waris. Alasan dan dasar hukum yang digunakan oleh hakim Pengadilan Agama Sidoarjo dalam memberi putusan dalam perkara ini antara lain: bahwa anak angkat sejak kecil dalam pemeliharaan hidupnya sehari-hari sampai disekolahkan hingga dewasa, dan sampai saat ini masih hidup bersama ibu angkatnya. Anak angkat tersebut berhak yang sama dengan ahli waris untuk mendapatkan harta warisan melalui jalur wasiat wajibah berdasarkan KHI pasal 209 ayat (2). untuk menghindari ketidakjelasan bagian mana yang didahulukan, maka demi kemaslahatan dan keadilan penyelesaiannya harus secara bersamaan pelaksanaan wasiat wajibah dengan pembagian harta waris. Menurut hukum Islam mengenai perkara inf, untuk pelaksanaan wasiat wajibah yang bersamaan dengan pembagian harta waris harus dilakukan dan didahulukan bagian wasiat wajibah. Setelah itu dibagi kepada masing-masing yang berhak mendapat warisan. Berdasarkan Al-Qur' an surat An-Nisa' ayat 11 dan sesuai dengan kompilasi hukum Islam pada pasal 178 ayat (1) dan (2). dan anak angkat tersebut kedudukannya bukan sebagai ahli waris tetapi sebagai anak angkat yang berhak menerima wasiat wajibah. Dari kesimpulan di atas, Saran penulis dalam memutuskan perkara yang berhubungan dengan wasiat wajibah bersamaan dalam pembagian harta waris haruslah berdasarkan al-Qur'an, al-hadist dan Kompilasi Hukum Islam. Serta alasan atas putusannya dan dasar hukum yang digunakan dalam memutuskan setiap perkara yang ada.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Haq, RizqiUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Waris
Waris
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : Kuntum L.R------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Apr 2019 03:19
Last Modified: 25 Apr 2019 03:19
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31785

Actions (login required)

View Item View Item