Fitnah dalam weltanschauung Alquran: aplikasi semantik Thoshihiko Izutsu

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Hakim, Lukman (2019) Fitnah dalam weltanschauung Alquran: aplikasi semantik Thoshihiko Izutsu. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Lukman Hakim_E93215116.pdf

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari tahu posisi term fitnah dalam weltanschauung (pandangan dunia) Alquran dengan menggunakan pisau analisis semantik Alquran yang dikembangkan oleh Thoshihiko Izutsu. Sebagai kajian semantik, penelitian ini menekankan pada aspek kemaknaan dari term fitnah, sebagaimana yang melatarbelakanginya adalah adanya problematika dalam pemahaman kata ini pada sebagian masyarakat. Masih banyak yang mengira term fitnah dalam bahasa arab semakna dengan fitnah dalam bahasa Indonesia. Masalahnya muncul ketika kata fitnah dalam ayat Alquran dipahami seperti pemahaman fitnah dalam bahasa Indonesia, yaitu tuduhan tidak berdasar kepada seseorang dengan motif mencemarkan nama baiknya. Adapun penggunaan fitnah dalam Alquran dalam pemahaman yang lain. Metode yang dipakai dalam penelitian ini ialah metode kualitatif. Suatu model penelitian yang menggali data dari lingkungan alamiah dan bersifat analitik, deskriptif serta induktif. Selain itu, penelitian ini berjenis library research (penelitian kepustakaan). Adapun dalam pengumpulan data untuk penelitian ini, digunakan metode dokumentasi. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini merujuk pada rumusan masalah, dapat disimpulkan dalam dua poin. Pertama, kerja analisis semantik Alquran Thoshihiko Izutsu dimulai dari penentuan key-term (istilah kunci). Dari istilah kunci, ditelusuri makna dasar dan relasionalnya dengan metode sintagmatik dan paradigmatik. Selanjutnya telaah terhadap aspek historis, yakni sinkronik dan diakronik melalui klasifikasi tiga permukaan semantik: periode pra-quranic, quranic dan pasca-quranic. Selanutnya pada tahapan terakhir mengonsep weltanschauung Alquran atau visi Alquran terhadap alam semesta. Kedua, kata fitnah oleh Alquran menempati posisi penting dalam kosakata keagamaan. Dibanding saat masa pra-quranic, fitnah pada masa quranic lebih banyak berkonotasi negatif, seperti dipahami sebagai kesyirikan, bencana dan teror. Selain itu, sejak periode qur’anic, pemahaman akan kata fitnah senantiasa mengalami perkembangan dan perluasan makna yang sangat variatif hingga kini.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Hakim, Lukmanlukmanponti07@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Al Qur'an
Tafsir > Tafsir Al Qur'an
Bahasa Arab > Tata Bahasa
Uncontrolled Keywords: Semantik; Fitnah; Thoshihiko Izutsu.
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Hakim Lukman
Date Deposited: 24 Apr 2019 04:44
Last Modified: 24 Apr 2019 04:44
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31742

Actions (login required)

View Item View Item