Dinamika gerakan sosial perempuan Iran: pra & pasca revolusi 1979

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Shofiyah, Anis (2019) Dinamika gerakan sosial perempuan Iran: pra & pasca revolusi 1979. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Anis Shofiyah_A92215029.pdf

Download (1MB)

Abstract

Skripsi ini berjudul “Dinamika Gerakan Sosial Perempuan Iran (Pra dan Pasca Revolusi 1979)”. Dengan fokus permasalahan : (1) bagaimana kondisi dan gerakan perempuan Iran sebelum revolusi? (2) bagaimana kebijakan pemerintah Iran terhadap perempuan pasca revolusi? (3) bagaimana bentuk dan gerakan perempuan Iran sesudah revolusi?. Dalam penulisannya, skripsi ini menggunakan metode penelitian sejarah yaitu: heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dengan menggunakan teori gerakan sosial dan teori gender. Teori gerakan sosial menurut Piotr Sztompka adalah tindakan kolektif yang diorganisir secara longgar tanpa cara terlembaga untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat. Sedangkan teori gender secara umum menjelaskan adanya perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan yang merupakan hasil dari kesepakatan antar manusia yang tidak bersifat kodrati. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa : (1) kondisi dan gerakan perempuan Iran sebelum revolusi mengalami berbagai perubahan. Gerakan perempuan Iran mulai terlihat setelah adanya wacana modernitas di Iran, yang di buat pada masa Dinasti Qajar dan diperluas pada masa Rezim Pahlevi. Pada masa Dinasti Qajar gerakan perempuan Iran secara umum masih terbatas pada ranah keluarga, namun saat Rezim Pahlevi berkuasa gerakan perempuan Iran mulai terlihat di wilayah publik. (2) Kebijakan pemerintah Iran terhadap perempuan pasca revolusi juga berubah-ubah. Pada masa Ayatullah Khomaeni menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi, seluruh kebijakan yang dibuatnya disesuaikan dengan syariat Islam. Perempuan kembali mengalami pembatasan di wilayah publik, terutama mengenai hak-hak mereka. Setelah Khomaeni wafat, pembatasan terhadap perempuan sedikit berkurang, kemudian pada masa Khatami, pembatasan mengenai perempuan semakin berkurang. Namun pada masa Ahmadinejad gerakan perempuan mengalami berbagai pembatasan lagi seperti pada masa awal setelah revolusi. (3) Bentuk dan gerakan perempun Iran setelah revolusi semakin terlihat meskipun mendapatkan berbagai tekanan dan pembatasan dari ulama konservatif. Perempuan selalu berusaha untuk menuntut keadilan dan kesetaraan di berbagai bidang agar diberi hak yang sama dalam berbagai hal. Bentuk lain dari gerakan perempuan Iran adalah dengan terlibat dan masuknya perempuan dalam pemerintahan serta peran mereka di bidang sosial dan publik.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Shofiyah, Anisshofiyahanis39@gmail.comUNSPECIFIED
Subjects: Sejarah Peradaban Islam
Wanita
Sejarah > Sejarah Islam
Uncontrolled Keywords: Perempuan Iran; Sosial; Perubahan
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam
Depositing User: Shofiyah Anis
Date Deposited: 23 Apr 2019 06:14
Last Modified: 23 Apr 2019 06:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/31684

Actions (login required)

View Item View Item