ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP PARON DALAM KERJASAMA PENGGEMUKAN SAPI DI DESA BATAH BARAT KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Abadi A., Fairuz (2015) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP KONSEP PARON DALAM KERJASAMA PENGGEMUKAN SAPI DI DESA BATAH BARAT KECAMATAN KWANYAR KABUPATEN BANGKALAN. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (463kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (191kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (528kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (486kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (255kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (343kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (215kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (140kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil dari penelitian lapangan tentang ‚Analisis Hukum Islam Terhadap Konsep Paron Dalam Kerjasama Penggemukan Sapi Di Desa Batah Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan‛. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui mekanisme kerjasama Paron penggemukan sapi dan untuk mengetahui bagaimana analisis hukum Islam terhadap konsep bagi hasil pembiayaan mud}a>rabah peternak sapi di Desa Batah Barat Kecamatan Kwanyar Kabupaten Bangkalan. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, maka dipergunakan metode penelitian yang terdiri dari pengumpulan data, sumber data, tehnik pengumpulan data, tehnik pengolahan data, serta tehnik analisis data. Tipe penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pola fikir induktif, sumber data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode interview dan kemudian dokumentasi. Sedangkan tehnik pengolahan data dengan menggunakan tehnik organizing, editing, dan tehnik coding. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan pola piker Induktif. Dalam prakteknya, Kerjasama paron penggemukan sapi tersebut dilakukan oleh kedua pihak antara Taufiq dan Ahmadi, kerjasama tersebut diawali dengan pemberian modal sebesar Rp. 25.000.000 oleh Taufiq kepada Ahmadi, kemudian modal tersebut dibelikan 2 ekor sapi. Kemudian sapi tersebut dirawat oleh Ahmadi selama 3 bulan, dan keuntungan tersebut disepakati akan dibagi dua dengan prosentase 50%:50% di akhir akad, setelah sapi tersebut dijual kemudian Taufiq diberikan uang sebesar Rp. 26.770.000 oleh Ahmadi dari jumlah penjualan sapi sebesar Rp. 30.250.000. Dalam penelitian ini, diperoleh kesimpulan bahwa akad mud}a>rabah dalam kerjasama penggemukan sapi tersebut terdapat ketidakjelasan dalam pembagian keuntungan yang diperoleh oleh Taufiq, dan hal tersebut bertentangan dengan syarat sah mud}a>rabah itu sendiri dan menyebabkan akad tersebut menjadi fasid. Serta konsep paron kerjasama penggemukan sapi tersebut pada praktiknya telah menyimpang dari kesepakatan awal dan menyebabkan bagi hasil menjadi tidak sah, dikarenakan konsep bagi hasil tersebut telah melanggar dari syarat sah keuntungan yang mana disebutkan bahwasanya pembagian keuntungan harus sesuai dengan perjanjian, hal ini juga tercantum dalam al-Qur’an surat an-Nisa>’ ayat 12 dan juga dalam fatwa Dewan Syari’ah Nasional No. 7/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan mud}a>rabah.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Abd.Hadi
Creators:
CreatorsEmailNIM
Abadi A., FairuzUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Hukum Islam
Hukum Islam > Jual Beli
Keywords: Konsep Paron; Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Editor : Rini Wahyuningsih------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 12 Jan 2016 07:49
Last Modified: 12 Jan 2016 07:49
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/3167

Actions (login required)

View Item View Item